Kamis, Maret 26, 2026
HARGA IKLAN

Top 5 This Week

Related Posts

Aliansi Wong Dermayu Bersatu Pastikan Aksi Demonstrasi, Soroti Dugaan Pernyataan Rasis Stafsus Bupati

Indramayu, Detik.sbs – Aliansi Wong Dermayu Bersatu (AWDB), yang menghimpun berbagai unsur masyarakat Indramayu, menyatakan kesiapan menggelar aksi demonstrasi menyikapi dugaan pernyataan bernada rasis yang dilontarkan Staf Khusus Bupati Indramayu, Salman.

Aksi unjuk rasa gabungan yang melibatkan LSM, organisasi kemasyarakatan, aktivis, mahasiswa, serta elemen masyarakat dijadwalkan berlangsung pada Senin (19/1/2026).

“Kita sudah satu suara, akan turun ke jalan melawan kesombongan Stafsus Bupati Indramayu, Salman yang kami nilai sudah mengarah ke Rasis. Di Indramayu tidak ada tempat untuk manusia Rasis dan tidak beradab,” jelas Koordinator Umum AWDB, Asmawi Day, didampingi Koordinator Lapangan aksi, Tomi Susanto atau Tomsus.

Tomsus menyampaikan, hingga saat ini AWDB terus mematangkan persiapan teknis guna memastikan aksi berjalan tertib dan kondusif. Salah satu agenda yang telah dilakukan adalah rapat koordinasi yang dihadiri perwakilan LSM, ormas, aktivis, mahasiswa, serta masyarakat, termasuk korban pemutusan hubungan kerja (PHK) dari tenaga outsourcing Diskominfo Indramayu.

“Sekarang kita sedang buat surat ijin tertulis atau tembusan demo untuk Polres Indramayu. Intinya, kita lawan kesombongan Salman, dan silahkan Stafsus Bupati Indramayu angkat kaki dari Indramayu,” tegas Tomsus.

Selain mempersoalkan dugaan pernyataan rasis, dalam aksi tersebut AWDB juga akan menuntut kejelasan dari pihak vendor tenaga kerja, PT Bintang Service Management (BSM), yang dinilai tidak prosedural dan bertindak semena-mena dalam melakukan PHK terhadap sejumlah karyawan outsourcing.

Salah satu korban PHK, Wanginah (40), menyatakan akan terus memperjuangkan hak-haknya. Ia menilai pemutusan hubungan kerja yang dilakukan PT BSM sarat kejanggalan serta diduga melibatkan intervensi pihak luar.

Sebelumnya, Staf Khusus Bupati Indramayu, Salman, menjadi sorotan publik setelah diduga melontarkan pernyataan bernada rasis saat bertemu dengan dua tenaga outsourcing Diskominfo yang diberhentikan. Pertemuan tersebut berlangsung di Pendopo Indramayu pada malam hari, 10 Januari 2026, dan turut dihadiri asisten pribadi Bupati Indramayu, Mansur.

Kedua tenaga outsourcing, Wanginah dan Komar, mendatangi pendopo untuk meminta klarifikasi terkait pemecatan mereka yang disebut-sebut atas pesanan pihak tertentu.

“Kami datang untuk meminta penjelasan, sebab kabar yang beredar, Mansur dan Salman menekan pimpinan kami di Diskominfo agar memberhentikan kami,” ungkap Wanginah, Jumat (16/1/2026).

Dalam pertemuan itu, Salman diduga mengeluarkan pernyataan yang dinilai bernada rasis.

“Saya Salman, berdarah Madura, bertulang putih dan bermata putih tidak akan pernah takut dengan siapapun. Sy tidak akan patuh pada perintah siapapun di Indramayu ini kecuali bupati Indramayu Lucky Hakim. Karena saya orangnya Lucky Hakim bukan orangnya siapapun” jelas Wanginah menirukan pernyataan Salman.

Hingga berita ini diturunkan, Staf Khusus Bupati Indramayu, Salman, belum memberikan tanggapan resmi. Upaya konfirmasi yang dilakukan Intijayakoran.com melalui pesan WhatsApp pada Kamis (15/1/2026) belum mendapatkan jawaban.
( Maman )

Popular Articles