Kamis, April 2, 2026
HARGA IKLAN

Top 5 This Week

Related Posts

Camat Kedokan Bunder Tinjau Sampah Liar di Depan PT PAS

Indramayu, Detik.sbs– Camat Kedokan Bunder, Roshadian Purnama SH, meninjau langsung lokasi tumpukan sampah liar di lahan kosong milik Pertamina yang berada di depan area produksi PT Pangan Agrindo Sejahtera (PAS). Peninjauan dilakukan bersama Kasi Trantibum Kecamatan Kedokan Bunder, Badrudin SIP, anggota Trantibum serta pihak manajemen PT PAS.

“Kehadiran kami di sini menindaklanjuti pertemuan kemarin dan sebagai bentuk pemerintah hadir. Jangan sampai dianggap tidak ada progres,” tegas Roshadian.
Pada kamis/05/03/2026.

Camat juga mengapresiasi kepedulian PT PAS yang turut mengambil langkah penanganan meskipun lokasi tersebut bukan menjadi tanggung jawab perusahaan.

“Kami sangat menghargai langkah baik dari PT PAS. Meskipun secara aturan itu bukan kewenangan mereka untuk mengangkut sampah di lokasi tersebut, namun perusahaan telah mengambil satu atau dua langkah penanganan secara mandiri. Ini menunjukkan kepedulian yang besar karena dampaknya memang langsung dirasakan oleh perusahaan,” ujarnya.

Roshadian menjelaskan, hingga saat ini pihak kecamatan masih berupaya mencari lahan untuk Tempat Pembuangan Sementara (TPS) karena sampah di lokasi ilegal tidak dapat diangkut secara rutin oleh petugas.

“Sampai saat ini kami terus berupaya mencari lahan untuk pembuatan TPS (Tempat Pembuangan Sementara). Kendalanya, tempat sampah liar seperti ini tidak bisa diangkut secara reguler karena titiknya tidak tercatat atau terdaftar di Dinas Lingkungan Hidup (DLH),” jelasnya.

“Masyarakat mungkin berpikir sampah tersebut otomatis bisa diangkut oleh pekerja sampah. Padahal kenyataannya, petugas hanya bisa mengangkut sampah dari TPS yang sudah terdaftar secara resmi di DLH. Oleh karena itu, penyediaan lahan TPS menjadi prioritas kami,” tambahnya.

Sementara itu, Kasi Trantibum Kecamatan Kedokan Bunder, Badrudin SIP, mengatakan bahwa sosialisasi kepada masyarakat sudah dilakukan, namun ketiadaan TPS masih menjadi kendala utama.

“Sosialisasi sudah maksimal, namun tanpa adanya TPS, pekerja sampah juga kebingungan sampah tersebut mau dikemanakan. Selama lahan untuk TPS belum tersedia, persoalan sampah di tempat-tempat ilegal ini akan tetap terjadi,” ungkap Badrudin.
( Maman )

Popular Articles