Minggu, Mei 24, 2026
HARGA IKLAN

Top 5 This Week

Related Posts

Ketua LPK Indra Wijaya Paparkan Program dan Peluang Kerja ke Jepang

Indramayu, Detik sbs – Ketua Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) Indra Wijaya, Andri, memaparkan langsung sejarah, program, serta peluang kerja ke Jepang dalam sesi wawancara yang digelar di kantor LPK Indra Wijaya, Jalan Pasarean, Kelurahan Karang Malang, Kecamatan Indramayu.
Pada Rabu/22/04/2026.

Dalam keterangannya, Andri menjelaskan bahwa berdirinya LPK Indra Wijaya berawal dari pengalamannya bekerja di Jepang. Sepulang ke Indonesia, ia memilih untuk berwirausaha dengan memanfaatkan kemampuan yang dimilikinya, termasuk dengan menempuh pendidikan bahasa Jepang.

Dari pengalaman tersebut, ia kemudian mendirikan LPK dengan tujuan membantu masyarakat, khususnya warga Indramayu, agar memiliki kesempatan bekerja di Jepang.

Hingga saat ini, lembaga tersebut telah memberangkatkan sekitar 300 hingga 500 orang.

Lebih lanjut, Andri menyampaikan bahwa visi utama LPK Indra Wijaya adalah membantu pemerintah dalam meningkatkan wawasan pendidikan masyarakat, khususnya dalam penguasaan bahasa Jepang sebagai bekal untuk bersaing di dunia kerja internasional.

Untuk target pelatihan, LPK Indra Wijaya menargetkan sekitar 100 hingga 200 peserta setiap semester. Program yang ditawarkan meliputi magang ke Jepang, visa kerja, engineering, serta studi ke Jepang.

Masa magang sendiri berkisar antara enam bulan hingga satu tahun, dengan sistem pelatihan yang dirancang hingga peserta benar-benar siap diberangkatkan.

Ia juga mengungkapkan bahwa keberadaan LPK mendapat dukungan dari Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Indramayu, serta menjalin kerja sama dengan berbagai perusahaan dan lembaga lainnya guna memperluas peluang kerja bagi peserta.

Dalam menjaga kualitas pelatihan, LPK Indra Wijaya secara rutin menggelar tes mingguan untuk mengevaluasi perkembangan peserta dan memastikan materi pembelajaran dapat dipahami dengan baik.

Menurut Andri, respon masyarakat terhadap LPK Indra Wijaya sangat positif. Hal ini terlihat dari tingginya minat masyarakat serta dampak yang dirasakan terhadap lingkungan sekitar, termasuk dalam mendukung aktivitas pelaku UMKM.

Terkait biaya, Andri menjelaskan bahwa peserta dikenakan biaya sekitar Rp6 juta hingga mendapatkan pekerjaan tanpa biaya tambahan. Setelah dinyatakan lulus tes, peserta akan dikenakan biaya pemberangkatan sekitar Rp35 juta.

Namun, pihak LPK juga menyediakan opsi dana talangan bagi peserta yang membutuhkan.
Saat ini, jumlah peserta aktif di LPK Indra Wijaya berkisar antara 80 hingga 90 orang, dengan dukungan 9 tenaga pengajar khusus bahasa Jepang.

Salah satu peserta, Cahaya (20), mengaku mengikuti pelatihan tersebut karena ingin membahagiakan orang tua. Ia sebelumnya telah memiliki pengalaman kerja selama satu tahun di sebuah perusahaan, dan berharap dapat memperoleh kesempatan kerja di luar negeri.

Ke depan, Andri berharap LPK Indra Wijaya tidak hanya mampu menyalurkan tenaga kerja ke Jepang, tetapi juga ke berbagai perusahaan, baik di dalam maupun luar negeri, sehingga dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.
( Maman )

Popular Articles