Nias Selatan//Detik.sbs – Bupati Nias Selatan (Nisel) gelar Open House dan Syukuran Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 di Aula Rumah Dinas Bupati, Jalan Pancasila No. 1, Kelurahan pasar Teluk dalam, Ibukota Kabupaten Nias Selatan, Senin 05/01/2026.
Acara Open House tersebut dihadiri oleh Kajari Nias Selatan, Koramil Teluk dalam, Kapolres Nias Selatan, Pasto, Pendeta, sejumlah pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) dan aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemkab Nisel, Tokoh Masyarakat Nias Selatan, beberapa tamu undangan, LSM dan Pers.
Mewakili Bupati, Wakil Bupati Nisel Ir. Yusuf Nache, ST., MM., dalam sambutannya menekankan bahwa rasa syukur menjadi fondasi utama dalam menatap tahun baru. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk memaknai kondisi daerah dengan penuh kesadaran dan optimisme, terlebih Nisel dinilai masih diberkahi stabilitas dan kesehatan sosial di tengah berbagai musibah yang terjadi di wilayah lain.
“Kita patut bersyukur karena sampai hari ini Nias Selatan tetap dalam kondisi aman dan masyarakatnya sehat. Bahkan kunjungan Wakil Presiden RI ke Nias Selatan yang sempat tertunda, akhirnya dapat terlaksana. Itu bukan hal biasa, tetapi sebuah berkah dan sinyal perhatian serius dari pemerintah pusat,” ujar Yusuf.
Ia menambahkan, dukungan pemerintah pusat dan provinsi terhadap penataan dan pembangunan Nisel telah disampaikan secara terbuka, baik oleh Wakil Presiden maupun Gubernur Sumatera Utara. Namun, Yusuf menegaskan bahwa proses pembangunan daerah tidak bisa dilakukan secara instan.
“Penataan Nias Selatan ini tidak mungkin selesai dalam satu atau dua tahun. Ini butuh proses panjang, konsistensi, dan dukungan semua pihak,” katanya.
Dalam refleksi akhir tahun, Yusuf mengakui bahwa sepanjang 2025 pemerintah daerah telah melalui berbagai dinamika, mulai dari keberhasilan hingga tantangan yang belum sepenuhnya teratasi. Ia secara terbuka menyampaikan bahwa masih terdapat kekurangan dalam pelaksanaan pemerintahan dan pelayanan publik.
“Kami menyadari ekspektasi masyarakat sangat tinggi. Tidak semua harapan itu bisa langsung terpenuhi. Namun saya dan Bupati tetap solid, setiap kebijakan selalu kami bahas bersama, dan setiap peluang di tingkat pusat terus kami kejar melalui koordinasi intensif,” ujarnya.
Yusuf juga menyampaikan apresiasi kepada unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) yang selama hampir satu tahun terakhir memberikan dukungan nyata terhadap jalannya pemerintahan dan pembangunan di Nias Selatan. Program-program kolaboratif bersama Kejaksaan, TNI, Polri, dan Lanal dinilai berkontribusi terhadap upaya perbaikan tata kelola daerah.
Pada bagian inti sambutan, Wakil Bupati secara khusus menegaskan komitmen Pemkab Nisel terkait penuntasan proses PPPK Paruh Waktu. Ia menjelaskan bahwa jumlah usulan awal mencapai 4.591 orang, namun setelah proses verifikasi dan pendataan ulang, jumlah tersebut menjadi 4.577 orang akibat adanya pengunduran diri dan ketidaklengkapan administrasi.
“Angka ini bukan kecil. Di tengah kebijakan efisiensi anggaran, ini adalah keputusan yang membutuhkan keberanian. Kalau bukan pemerintah yang mengambil langkah, siapa lagi?” kata Yusuf.
Ia mengakui adanya kritik dari masyarakat terkait keterlambatan proses, namun menegaskan bahwa tidak ada unsur kesengajaan dalam penundaan tersebut. Menurutnya, proses administrasi, termasuk penerbitan Nomor Induk Pegawai (NIP) secara kolektif, baru rampung pada akhir Desember 2025.
“Kami tidak bisa menerbitkan NIP satu per satu. Semua harus melalui mekanisme nasional. Namun dengan terbitnya NIP tersebut, kami bersepakat dengan Bupati untuk tidak menunda lagi,” ujarnya.
Yusuf memastikan bahwa penyerahan SK PPPK Paruh Waktu tidak akan menunggu hingga bulan berikutnya. “Paling lambat akhir bulan ini, SK tersebut sudah diserahkan langsung oleh Bupati kepada para penerima,” tegasnya.
Menutup sambutannya, Yusuf menanggapi kritik yang menyebut pemerintah daerah lamban bekerja. Ia menilai kritik sebagai bagian dari dinamika demokrasi, namun menegaskan bahwa pemerintah memilih bekerja dalam diam dan membuktikan komitmen melalui hasil nyata.
“Kami tidak bekerja untuk promosi. Sejak awal kami sampaikan, bukan kata-kata yang berbicara, tetapi bukti yang akan menjawab,” kata Yusuf.

