Indramayu,Detik.sbs– Forum Geplak (Gerakan Pers Lurus, Akurat dan Kritis) Kabupaten Indramayu kembali menunjukkan kepedulian sosial dengan menyalurkan santunan kepada warga terdampak rumah roboh akibat angin kencang di Desa Cidempet, Sabtu (14/02/2026).
Santunan diberikan kepada Tamas (80), warga lanjut usia yang hidup dalam keterbatasan ekonomi. Dalam peristiwa tersebut, rumah yang ditempatinya roboh diterjang angin kencang. Mirisnya, Tamas tinggal bersama cucunya yang mengalami disabilitas, sehingga kondisi ini semakin memperberat beban hidup keluarga tersebut. Selain itu, bantuan juga diberikan kepada Iqbal Magribi (13), siswa SMP yang turut terdampak musibah tersebut.
Ketua Geplak Indramayu, Ali Zaidan menyampaikan apresiasi kepada seluruh donatur yang telah berpartisipasi dalam kegiatan sosial ini.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh donatur yang sudah mempercayakan rezekinya melalui Geplak. Bantuan ini adalah bentuk solidaritas dan kepedulian insan pers terhadap masyarakat yang membutuhkan. Semoga bisa sedikit meringankan beban Pak Tamas dan keluarga, termasuk cucunya yang membutuhkan perhatian khusus,” ujarnya.
Tamas (80) dengan penuh haru menyampaikan rasa terima kasihnya.
“Saya sangat bersyukur dan berterima kasih kepada bapak-bapak semua yang sudah peduli. Bantuan ini sangat berarti bagi kami, apalagi saya punya cucu yang kondisinya tidak sempurna. Semoga kebaikan ini dibalas oleh Allah,” tuturnya.
Sekretaris Jenderal (Sekjen) Geplak Indramayu, Ucu Hendri turut memberikan pernyataan bahwa kegiatan ini bukan sekadar agenda seremonial, melainkan komitmen nyata organisasi dalam membela masyarakat kecil.
“Kami ingin memastikan bahwa kehadiran Geplak di tengah masyarakat bukan hanya sebagai kontrol sosial, tetapi juga solusi sosial. Ketika ada warga yang tertimpa musibah, apalagi lansia dengan cucu penyandang disabilitas, sudah menjadi kewajiban moral kita untuk bergerak,” tegas Sekjen Geplak
.
Sementara itu, salah satu pengurus Geplak menambahkan bahwa pihaknya akan terus mendorong perhatian dari pemerintah desa agar segera mengambil langkah konkret.
“Kami berharap ada tindakan cepat dan nyata dari pemerintah desa untuk membantu warganya yang tertimpa musibah. Jangan sampai masyarakat merasa berjalan sendiri tanpa pendampingan,” ungkapnya.
Saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon, Kuwu Desa Cidempet, Muhafdin, M.Pd., menyampaikan bahwa dirinya tidak dapat hadir karena sedang mengikuti pertemuan bersama Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI).
“Saya mohon maaf tidak bisa hadir karena ada agenda pertemuan yang sudah terjadwal,” ujarnya singkat.
Dewan Penasehat (Wanhat) Geplak, Maman, menyampaikan kritik tegas atas ketidakhadiran kepala desa di tengah musibah yang menimpa warganya.
“Kami mengecam sikap yang terkesan abai terhadap kondisi warganya sendiri. Seharusnya seorang pemimpin hadir langsung, melihat kondisi nyata di lapangan, apalagi ini menyangkut lansia dan anak penyandang disabilitas. Empati dan tanggung jawab sosial harus menjadi prioritas,” tegas Maman.
Geplak menegaskan akan terus menjalankan program sosial kemasyarakatan sekaligus fungsi kontrolnya demi memastikan hak-hak masyarakat kecil tidak terabaikan..
( Maman ).

