Selasa, Maret 31, 2026
HARGA IKLAN

Top 5 This Week

Related Posts

Halal Bihalal dan Harlah ke 8 tahun BP3RI

Detik SBS Banyuwangi


Halal bi halal, tertulis dalam KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia,) , yang artinya saling memaafkan setelah melaksanakan ibadah wajib di bulan Ramadan, event ini sering diadakan di tempat umum seperti aula/ tempat yang refresentatif.

Begitu juga event yang di selenggarakan oleh BP3RI (Badan Pemantau Penyelenggara Pemerintahan Republik Indonesia, red), pada Hari Sabtu, 28/03/2025, 09:00 hingga selesai.

Event kali ini menurut konfirmasi Ketua Panitia Happy Anniversary 8th dan Halal Bi Halal, Saipulloh (Ipung nama panggilan, red) tema yang diusung memperingati eksistensi/harlah BP3RI ke 8 serta yang paling urgen menandaskan motto “Guyub Rukun Seduluran Selawase” (Bersatu Kompak Kekeluargaan Selamanya, red), untuk jadi acuan dalam berorganisasi. Aplikasi ini bisa dijabarkan dalam aktivitas sehari-hari baik Pemantau BP3RI maupun Laskar BP3RI.

Dalam kata sambutan Ketua Umum BP3RI, Sugeng Setiawan, SH menuturkan :” Kuatnya sapu lidi bukan 1 buah 1 buah lidi tapi kekuatan lidi dalam satu ikatan. Maka dari itu kekuatan kita dalam kebersamaan bukan individu, individu,”jelasnya

Ketua Umum BP3RI menambahkan sudah 16 tahun eksis dalam memperjuangkan/ memberantas Korupsi dan eksistensi dalam penegakan hukum untuk itu ke depan BP3RI lebih harus giat berjuang demi tegaknya supremasi hukum.

Istilah Halal Bi Halal ini unik Indonesia, konon dicetuskan KH Wahab Chasbullah, dengan “Halal” dari Arab bermakna mengurai benang kusut atau menyucikan hubungan.

Tradisi ini muncul pasca-Ramadan untuk rekonsiliasi, tercatat sejak 1938 di kamus Jawa-Belanda sebagai kunjungan maaf-memaafkan saat Lebaran.

Diperkuat oleh budaya lokal, jadi satu-satunya di dunia dengan skala nasional seperti di kantor, komunitas, Lembaga, organisasi dsb.

Urusan mengubah dendam jadi harmoni, dosa jadi halal via maaf memaafkan, sambil pererat persaudaraan.

Hukum fikihnya sunnah, bersyukur pasca-puasa dan komunikasi efektif antar warga, antar kepengurusan dengan anggotanya, untuk saling bermaaf-maafan

Popular Articles