Rabu, Maret 25, 2026
HARGA IKLAN

Top 5 This Week

Related Posts

JAMAAH TAHLIL PUTRI RW 03 DUSUN WUNUCARI KOTA BATU GELAR PENGAJIAN BERSAMA GUS GENDENG

membahas peristiwa luar biasa perjalanan spiritual Nabi Muhammad SAW dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa (Isra) lalu ke langit tertinggi (Mi’raj) dalam semalam, menerima wahyu perintah salat lima waktu, sebagai mukjizat, penguat iman, dan pelajaran tentang kedisiplinan, hubungan dengan Allah, serta nilai-nilai keikhlasan dan keteguhan bagi umat Islam hingga kini. Peristiwa ini diperingati setiap 27 Rajab dan menjadi simbol kebesaran Allah, kenabian Nabi Muhammad, serta pondasi utama ibadah salat.

Minggu 11 Januari 2026 jamaah tahil putri RW 03 dusun wunucari desa Pesanggrahan kota batu menggelar pengajian serta santunan anak yatim dalam rangka memperingati ISRA’ MI’RAD NABI MUHAMMAD SAW di balai RW 03,dalam pengajian tersebut jamaah tahlil putri mengundang sosok penceramah yang sangat kondang yaitu Gus Gendeng.

Ketua pelaksana ustadzah muti’ah dalam sambutanya menyampaikan terima kasih kepada jamaah tahlil putri berserta warga yang telah membantu acara ini mulai dari awal sampai akhir,acara ini adalah agenda rutinan jamaah untuk santunan anak yatim dan dhuafa,alhamdulillah acara berjalan lancar,selain di hibur oleh jamaah sholawat al muklhisin juga akan di isi tausiyah oleh penceramah kondang Gus Gendeng “pungkasnya”.

Sementara itu Gus Gendeng dalam taushiyanya mengajak warga untuk lebih istiqomah dalam mendekatkan diri pada ALLAH SWT,istiqomah yang rutin akan membentuk jiwa yang tidak pernah goyah,di dalam setiap permasalahan baik dalam masalah keluarga,hutang dan lain lain Gus Gendeng menyampaikan untuk selalu berdoa serta berdzikir kepada ALLAH dengan istiqomah agar di bukakan pintu kemudahan,karena kita ibaratnya wayang yang mana mau tidak mau harus siap menghadapi ujian yang di berikan kepada kita,kadang kita di beri ujian sudah berdoa,sholat lima waktu belum juga terkabul karena istiqomahnya kurang,Gus Gendeng juga menyampaikan bahwa dulu nabi muhammad saw mendapat perintah sholat 50 waktu tinggal lima waktu kosongnya hilang,sebetulnya kosongnya bukan hilang tapi merupakan bentuk istiqomah dalam.menjalankan perintahnya,di dalam sholat kita harus mengosongkan pikiran tanpa ada angan angan yang muluk “ungkap Gus Gendeng dalam tausiyahnya”

Sementara itu sri salah satu warga yang mengikuti pengajian menyampaikan bahwa tausiyah dari Gus Gendeng sangat baik dan mudah dipahami,selain memberi wawasan tentang kesadaran dalam istiqomah beliau juga memberi penjelasan bahwa kita manusia hanya sebuah wayang,intinya bila kita mendapat masalah atau musibah dianjurkan sama beliau untuk sholat dan berdoa dengan istiqomah,sungguh luar biasa tausiyah dari beliau,semoga tahun depan bisa mengundang beliu lagi “pungkasnya.

Di puncak acara Gus Gendeng mengajak warga untuk silahturahmi kepadepokannya yang ada di desa desel,karena setiap kamis legi ada acara dzikir serta tausyiah,beliau juga menyampaikan bahwa kota batu adalah rumah keduanya.

Popular Articles