MUSI BANYUASIN, KAMIS (26/2) 2026 – Kapolres Musi Banyuasin (Muba), AKBP Ruri Prastowo, S.H., S.I.K., melakukan kunjungan kerja ke proyek pembuatan jalan holing batu bara PT Marga Bara Jaya di Desa Simpang Bayat, Kecamatan Bayung Lincir, Kabupaten Musi Banyuasin, pada hari ini. Kunjungan dilakukan dalam rangka menjaga ketertiban dan keamanan di sekitar lokasi proyek.
Kunjungan ini dihadiri oleh Kapolsek Bayung Lencir AKP Tiyan Talingga, S.T., M.T., Camat Bayung Lincir Zukar, S.K.M., M.Si., Kepala Desa Simpang Bayat, Kepala Desa Mendis, Lurah Bayung Luncir, Kasat Reskrim IPTU M Wahyudi, S.H., serta Makoremil Kapten Infanteri Suhartono. Dari pihak perusahaan hadir Hermawan sebagai Project Manager PT Marga Bara Jaya (MBJ), Liu sebagai Project Manager PT CRBC, dan Jananuragadi sebagai Kepala Eksternal PT Marga Bara Jaya.
Dalam kesempatan itu, Kapolres secara langsung meninjau proses pembangunan jalan yang dilakukan oleh PT CRBC, serta berdiskusi dengan pihak perusahaan dan pemerintah setempat mengenai perkembangan proyek dan keamanan di sekitar lokasi.
Ia menegaskan, “Pembangunan ini bersentuhan langsung dengan masyarakat sehingga berpotensi menimbulkan berbagai permasalahan. Namun, dengan komunikasi yang baik dan terbuka, semua permasalahan dapat diselesaikan dengan tepat.”
Pihak PT CRBC menyampaikan komitmen untuk menyelesaikan proyek tepat waktu dan memenuhi standar keamanan yang berlaku. Menurut Jananuragadi, proyek ini telah mencapai 74 persen progres dan diharapkan selesai pada Juni 2026. Jalan holing batu bara sepanjang 92 km akan melalui 5 jembatan dan 1 leoper di Desa Mendis, direncanakan dapat dilalui truk dengan kapasitas 2 x 90 ton dan kecepatan maksimal 40 km/jam.
“Jalan khusus angkut batu bara ini berada di bawah jalan lintas timur Palembang-Jambi, tepatnya di Dusun 2 Desa Simpang Bayat. Waterpass disiapkan untuk jalan lintas sedangkan jalan holing merintas di bawahnya. Harapan kami, pembangunan ini dapat menunjang perekonomian warga, mendorong UMKM, serta meningkatkan pendapatan daerah,” jelas Jananuragadi. Menurutnya, kendala saat ini terkait dengan material yang diangkut melalui jalur air. Hal ini dikarenakan jika pengangkutan dilakukan melalui jalur darat, pihaknya khawatir akan menimbulkan dampak sosial dan dampak lingkungan.
Selain itu, PT Marga Bara Jaya juga membangun dermaga dengan kapasitas 7.500 ton untuk mendukung operasional jalan holing batu bara tersebut. Hermawan dan Liu juga menyampaikan komitmen untuk menyelesaikan proyek dengan baik dan memenuhi standar keamanan yang berlaku.
Kunjungan ini merupakan bagian dari upaya Polres Musi Banyuasin untuk memantau dan mengawasi proyek-proyek strategis di wilayahnya, guna memastikan pelaksanaannya sesuai aturan. Dengan adanya proyek ini, diharapkan dapat meningkatkan perekonomian daerah dan kualitas hidup masyarakat sekitar.

