Oleh : Anto Kusumayuda dan Aam Abdul Salam (Ketum dan Sekjen PPJNA 98)
DETIK.SBS || Di antara lipatan malam yang sunyi, saat semesta seolah menahan napas dalam dekapan Lailatul Qadar, ada getaran spiritual yang memanggil kita untuk kembali ke akar. Malam yang lebih baik dari seribu bulan ini bukan sekadar hitungan waktu, melainkan sebuah kanvas seni ke-Tuhanan tempat doa-doa dilukis dengan tinta air mata dan ketulusan.
Jemput Lailatul Qadar, Mengetuk Pintu Arsy
Menjemput Lailatul Qadar adalah upaya manusia melepaskan ego keduniawian untuk menyatu dengan kehendak Langit. Dalam konteks bernegara, pengabdian adalah bentuk seni tertinggi. Kita mengetuk pintu Arsy, memohonkan tetesan afiat dan kekuatan bagi Bapak Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Semoga raga mereka disehatkan dikuatkan, dan jiwa mereka dipenuhi hikmah untuk menakhodai bahtera besar bernama Negeri Indonesia.
Program Astacita bukanlah sekadar deretan teks teknokratis, melainkan sebuah ikhtiar mewujudkan keadilan sosial. Di malam yang mulia ini, kita menyertakan harapan agar setiap butir Astacita menjadi kenyataan yang memberdayakan, membawa bangsa ini melangkah tegak menuju kemandirian. Kita memohon kelancaran agar visi besar ini mendarat di bumi nusantara tercinta Indonesia dengan penuh keberkahan.
Saat cakrawala global menggelap oleh bayang-bayang konflik, seperti ketegangan antara Iran dan Israel, kita bersimpuh memohon perlindungan. Di bawah naungan doa, kita meminta agar Indonesia dijauhkan dari percikan api bencana dampak peperangan. Kita memimpikan sebuah negeri yang Baldatun Toyyibatun Warobbun Ghofur—sebuah tatanan yang elok, aman, dan penuh ampunan Tuhan, rahmat dan keberkahan.
Gotong Royong: Napas Pertahanan Rakyat Semesta
Kekuatan sejati tidak terletak pada baja, melainkan pada Persatuan Nasional. Melalui spirit gotong royong, kita membangun Sistem Pertahanan Rakyat Semesta (Sishankamrata) yang tidak hanya bersifat fisik, tetapi juga spiritual. Bahu-membahu dalam satu saf, tanpa memandang perbedaan, menjadi benteng terkuat bagi kedaulatan bangsa.
Mari kita manfaatkan sisa malam-malam terakhir Ramadan ini. Mari menjemput Lailatul Qadar dengan satu tarikan napas doa yang sama: untuk kesehatan pemimpin kita, untuk kesuksesan cita-cita bangsa, dan untuk kedamaian abadi di bumi pertiwi.***
EDITOR : DH

