Indramayu,Detik.sbs — Puluhan warga yang tergabung dalam Persatuan Pemuda Peduli Desa Sumbermulya menggelar Deklarasi Damai menolak praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN) di Aula Kantor Desa Sumbermulya, Kecamatan Haurgeulis, Minggu /01/02/2026.
Deklarasi ini menjadi bentuk kontrol sosial masyarakat terhadap tata kelola pemerintahan desa agar berjalan secara transparan, akuntabel, dan melibatkan partisipasi publik. Kegiatan berlangsung tertib dan damai dengan dihadiri perangkat desa serta masyarakat.
Dalam deklarasi tersebut, peserta menyampaikan 10 poin sikap, di antaranya penolakan terhadap suap, gratifikasi, pungutan liar, serta pembangunan fiktif. Mereka juga menuntut keterbukaan APBDes, kedisiplinan aparatur desa, publikasi laporan anggaran, serta pengelolaan BUMDes secara profesional dan transparan.
Deklarasi dibacakan Sekretaris Persatuan Pemuda Peduli Desa Sumbermulya, Daspan, dan disaksikan unsur Pemerintah Desa Sumbermulya yang diwakili Lurah Subandi.
Ketua Koordinator aksi, Ibnu Eko Kosasih, menegaskan bahwa gerakan tersebut merupakan upaya kontrol sosial terhadap jalannya pemerintahan desa.
“Melalui forum Persatuan Pemuda Peduli Desa Sumbermulya, kami mendorong pencegahan dan penindakan praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme. Gerakan ini diharapkan menjadi kontrol sosial sekaligus mitra kritis pemerintah desa dalam mewujudkan pemerintahan yang bersih, transparan, dan berpihak pada kepentingan masyarakat,” ujarnya..
Sementara itu, Kuwu Desa Sumbermulya, Taryono SE, menyatakan komitmennya menjalankan pemerintahan desa secara terbuka dan akuntabel.
“Menyuarakan aspirasi adalah hak semua warga. Namun, saya berharap tidak ada kepentingan politik yang menunggangi atau memecah persatuan dan kesatuan masyarakat Desa Sumbermulya,” kata Taryono.
Aksi deklarasi damai tersebut berjalan aman dan kondusif dengan pengamanan dari unsur Koramil dan Polsek Haurgeulis.
( Maman )

