Jakarta Utara, 1 April 2026 – Penumpukan sampah di kawasan Rorotan-Marunda telah mencapai kondisi yang memprihatinkan, dengan luas area terpengaruh mencapai beberapa hektar. Di beberapa titik lokasi, tumpukan sampah bahkan mencapai ketinggian beberapa meter, dan mengganggu akses jalan kecil yang menjadi jalur utama aktivitas sehari-hari masyarakat setempat.
Selain menghambat mobilitas warga, tumpukan sampah juga menghasilkan bau tidak sedap yang mengganggu kenyamanan kawasan tersebut, baik pada siang maupun malam hari. Aroma tersebut semakin menyebar luas saat cuaca panas, berdampak langsung pada kualitas hidup penduduk sekitar.
Menurut narasumber dari komunitas warga setempat, permasalahan penumpukan sampah ini telah berlangsung lebih dari satu tahun. Meskipun warga telah mengajukan keluhan secara tertulis dan lisan berkali-kali, pihak Kelurahan Rorotan dan Kelurahan Marunda belum mengambil tindakan nyata dan menyeluruh untuk mengatasinya, sehingga tanggapan yang diterima belum memuaskan.
Masyarakat mengungkapkan kekhawatiran terkait risiko kesehatan dan kerusakan lingkungan yang dapat muncul akibat kondisi ini, seperti penyebaran penyakit menular serta pencemaran tanah dan sumber air. Beberapa anak di wilayah sekitar telah mengalami gangguan pernapasan yang diduga berkaitan dengan kualitas udara dan kondisi lingkungan yang tidak bersih.
Warga berharap pihak berwenang segera mengambil langkah konkret dan terencana untuk menangani permasalahan ini, termasuk meningkatkan pengawasan rutin serta melakukan koordinasi erat dengan Dinas Lingkungan Hidup Provinsi DKI Jakarta guna mencapai solusi yang efektif dan berkelanjutan. Selain itu, rencana pengelolaan sampah berbasis komunitas juga diharapkan segera dirancang dan diimplementasikan.
Masyarakat setempat siap berpartisipasi aktif melalui gerakan gotong royong berkala dan berbagai upaya menjaga kebersihan lingkungan, dengan harapan masalah ini dapat diselesaikan secepatnya demi kesejahteraan bersama seluruh warga.

