Jumat, Maret 27, 2026
HARGA IKLAN

Top 5 This Week

Related Posts

PMI Asal Segeran Kidul Ditemukan Meninggal di Arab Saudi, Diduga Dianiaya Majikan

Indramayu, Detik .sbs– Nur Watirih (41), Pekerja Migran Indonesia (PMI) nonprosedural asal Desa Segeran Kidul, Kecamatan Juntinyuat, Kabupaten Indramayu, ditemukan meninggal dunia di dekat tempat sampah di sekitar apartemen majikannya di Arab Saudi.
Korban diketahui sudah sekitar dua tahun tidak berkomunikasi dengan keluarganya sebelum kabar kematiannya diterima pada 15 Februari 2026.

Adik korban, Makfuroh, mengatakan kakaknya berangkat bekerja ke Arab Saudi pada awal 2022. Pada tahun pertama komunikasi masih lancar, namun kemudian terputus tanpa kabar.

“Sekitar dua tahun kakak saya tidak ada kontak sama sekali dengan keluarga. Tiba-tiba kami mendapat kabar kalau kakak sudah wafat di Arab Saudi. Katanya karena penganiayaan oleh majikan perempuannya,” ujar Makfuroh, Senin /09/03/2026.

Menurut keluarga, majikan perempuan korban saat ini telah diamankan oleh kepolisian Arab Saudi dan masih dalam proses penyelidikan.

“Majikan perempuan sudah diselidiki oleh kepolisian di sana. Kasusnya masih diperdalam,” katanya.

Kuasa hukum keluarga, Toni RM, mengatakan pihaknya telah berkomunikasi dengan KBRI Riyadh untuk memantau perkembangan kasus tersebut.

“Semalam saya sudah berkomunikasi dengan pihak KBRI. Proses hukumnya masih di kepolisian, artinya belum sampai ke kejaksaan, sehingga masih dalam tahap investigasi,” kata Toni.

Ia juga menyebut korban ditemukan dalam kondisi mengenaskan dengan luka parah di bagian wajah yang diduga akibat benda tajam.

“Dari keterangan pemandi jenazah yang disampaikan kepada keluarga, kondisi wajah korban sangat parah akibat luka yang diduga berasal dari senjata tajam. Ini yang membuat dugaan penganiayaannya sangat sadis,” ungkapnya.

Pihak keluarga berharap pelaku dihukum setimpal.
“Kami sekeluarga ikhlas kalau memang takdir kakak saya meninggal di sana dan dimakamkan di sana. Tapi kami tidak ikhlas kalau kematiannya karena penganiayaan. Harapannya pelaku dihukum setimpal,” tegas Makfuroh.
( Maman )

Popular Articles