Indramayu, Detik .sbs- – Peristiwa pembacokan terjadi di Blok 1 Desa Karangtumaritis, Kecamatan Haurgeulis, Kabupaten Indramayu, Selasa (17/2/2026) sekitar pukul 15.00 WIB. Seorang pria bernama Kasra (60) meninggal dunia setelah mengalami luka sabetan senjata tajam di bengkel miliknya.
Korban diketahui sedang beraktivitas seperti biasa di bengkel yang berada di rumahnya saat insiden terjadi.
Warga sekitar mendadak geger setelah terdengar teriakan minta tolong dari arah lokasi kejadian. Saat ditemukan, korban sudah dalam kondisi berlumuran darah dengan luka serius di beberapa bagian tubuh.
Menurut keterangan karti, istri korban, dirinya terkejut saat melihat suaminya telah tergeletak dalam kondisi mengenaskan.
“Saya kaget sekali, tiba-tiba suami sudah dalam keadaan berlumuran darah,” ungkap karti dengan suara bergetar.
Ia mengaku tidak mengetahui secara pasti kronologi pembacokan tersebut. Namun sebelumnya, terduga pelaku berinisial S (35) disebut pernah melontarkan ancaman terhadap korban. Informasi yang beredar di masyarakat menyebutkan bahwa S masih memiliki hubungan kekerabatan dengan korban, yakni sebagai keponakan.
Sejumlah warga juga menyampaikan bahwa perilaku pelaku belakangan ini terlihat berubah.
“Beberapa waktu terakhir memang perilakunya terlihat berubah,” ujar fardi salah seorang warga.
Meski demikian, dugaan terkait kondisi kejiwaan pelaku masih dalam proses penyelidikan dan belum dapat dipastikan secara resmi oleh pihak berwenang.
Kasus ini kini ditangani oleh jajaran Polsek Haurgeulis bersama tim Inafis Polres Indramayu. Polisi telah mengamankan terduga pelaku beserta barang bukti berupa sebilah parang yang diduga digunakan dalam kejadian tersebut.
“Barang bukti sudah kami amankan. Saat ini kami masih mendalami motif serta kondisi kejiwaan terduga pelaku,” ujar salah satu petugas di lokasi.
Jenazah korban dievakuasi ke RS Bhayangkara Losarang untuk dilakukan autopsi guna memastikan penyebab kematian. Hingga saat ini, aparat kepolisian masih memeriksa sejumlah saksi dan mendalami motif di balik peristiwa tersebut.
Kejadian ini meninggalkan duka mendalam bagi keluarga dan warga sekitar. Korban dikenal sebagai sosok pekerja keras dan ramah di lingkungan tempat tinggalnya. Garis polisi masih terpasang di lokasi, sementara masyarakat setempat berharap proses hukum berjalan sesuai ketentuan yang berlaku.
( Maman )

