Indramayu Detik.sbs, – Puluhan ayam dan unggas milik warga di Desa Kedungwungu, Kecamatan Anjatan, Kabupaten Indramayu dilaporkan mati secara mendadak dalam beberapa hari terakhir. Peristiwa tersebut menimbulkan kekhawatiran di kalangan peternak karena diduga berkaitan dengan kemungkinan munculnya penyakit flu burung.
Salah satu peternak setempat, Nana Supana, mengaku kaget ketika mendapati ternak ayam miliknya mati satu per satu tanpa gejala yang jelas. Sebelumnya, ayam-ayam tersebut terlihat dalam kondisi sehat dan tetap makan seperti biasa.
“Awalnya ayam-ayam terlihat biasa saja, makan normal. Tapi tiba-tiba satu per satu mati. Dalam beberapa hari jumlahnya makin banyak,” ujar Nana kepada wartawan, Jumat /13/03/2026.
Menurut Nana, kejadian itu terjadi dalam beberapa hari terakhir. Dalam waktu singkat, puluhan ayam dan beberapa unggas miliknya mati secara tiba-tiba.
Akibat peristiwa tersebut, Nana memperkirakan mengalami kerugian hingga sekitar Rp5 juta. Bagi peternak kecil, jumlah tersebut cukup besar karena usaha ternak ayam menjadi salah satu sumber penghasilan keluarga.
“Kami sebagai peternak kecil tentu sangat terpukul. Ayam yang mati itu hasil ternak yang kami rawat lama,” katanya.
Kematian mendadak puluhan unggas itu pun memunculkan dugaan adanya serangan virus flu burung atau avian influenza. Meski demikian, hingga kini belum ada keterangan resmi dari instansi terkait mengenai penyebab pasti kematian ternak tersebut.
Warga berharap dinas peternakan dan pihak terkait segera melakukan pemeriksaan untuk memastikan penyebab kematian unggas serta mencegah kemungkinan penyebaran penyakit ke peternak lain di wilayah Anjatan.
“Harapannya ada pengecekan dari pemerintah. Kalau memang penyakit, setidaknya ada penanganan supaya tidak menyebar ke ternak warga lainnya,” ujar Nana.
Sementara itu, sebagian warga mulai meningkatkan kewaspadaan dengan memisahkan unggas yang masih sehat dan rutin membersihkan kandang. Langkah tersebut dilakukan untuk mengantisipasi kemungkinan penyebaran penyakit yang dapat merugikan peternak.
Masyarakat berharap pemerintah daerah segera mengambil langkah penanganan, seperti pemeriksaan sampel ternak, penyemprotan disinfektan, serta sosialisasi pencegahan penyakit unggas. Upaya tersebut dinilai penting agar kejadian serupa tidak meluas dan tidak berkembang menjadi wabah yang merugikan peternak rakyat di Kabupaten Indramayu.
( Maman )

