Indramayu, Detik .sbs– Tradisi salat tarawih kilat yang dilaksanakan hanya sekitar tujuh menit di Pondok Pesantren Al-Qur’aniyah Krangkeng, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, kembali menjadi sorotan. Praktik ibadah yang telah lama viral di media sosial tersebut bahkan menarik perhatian tamu dari luar negeri.
Dua warga Malaysia, Syazwan Zanini bersama rekannya, datang langsung ke Indramayu untuk menyaksikan pelaksanaan tarawih super cepat tersebut. Keduanya mengaku telah penasaran selama hampir sepuluh tahun setelah sering melihat tayangan tarawih kilat itu di berbagai platform media sosial.
Pengasuh Pondok Pesantren Al-Qur’aniyah, KH Azun Mauzun, mengatakan kedatangan tamu dari Malaysia menjadi bukti bahwa tradisi tarawih kilat di pesantrennya telah dikenal hingga mancanegara.
“Alhamdulillah tadi kedatangan tamu dari Malaysia. Mereka penasaran selama 10 tahun, akhirnya datang langsung ke Indonesia untuk melihat bagaimana tarawih atau surat laweh itu bisa dilakukan dengan cepat,” ujar KH Azun Mauzun, Kamis malam/5/3/2026
Menurutnya, setelah menyaksikan langsung pelaksanaan tarawih di pesantren tersebut, para tamu memberikan respons yang positif. Mereka menilai meskipun dilaksanakan dengan cepat, salat tersebut tetap memenuhi rukun dan syarat salat sesuai dengan ketentuan syariat Islam.
“Mereka melihat langsung bahwa ini adalah salat yang sudah masuk rukun dan syaratnya. Tidak seperti yang mungkin mereka lihat di dunia maya, ternyata ketika disaksikan langsung sangat positif,” katanya.
KH Azun Mauzun yang juga menjabat sebagai Ketua Forum Pondok Pesantren (FPP) Kabupaten Indramayu menambahkan, tarawih kilat justru menjadi daya tarik tersendiri, khususnya bagi kalangan generasi muda.
Ia menyebutkan, banyak anak muda yang tertarik mengikuti salat tarawih berjamaah karena pelaksanaannya yang singkat, namun tetap dilakukan dengan penuh kekhusyukan.
“Ini juga menjadi cara untuk menampung anak-anak muda yang menjadi makmumnya. Mereka tetap bisa menjalankan ibadah tarawih dengan semangat,” ujarnya.
Kunjungan tamu dari Malaysia tersebut sekaligus menunjukkan bahwa tradisi tarawih kilat di Pondok Pesantren Al-Qur’aniyah Krangkeng tidak hanya dikenal di tingkat nasional, tetapi juga mulai menarik perhatian masyarakat dari luar negeri.
( Maman )

