Indramayu, Detik.Sbs – UPTD KPP Losarang melaksanakan kegiatan penyemprotan tanaman liar eceng gondok di Kali Betokan yang berada di perbatasan Desa Jangga dan Desa Jumbleng, Kecamatan Losarang, Kabupaten Indramayu. Kegiatan ini dilakukan melalui kerja bakti bersama anggota Koramil 1611/Losarang, Balai Penyuluhan Pertanian (BPP), serta tokoh masyarakat setempat.
Penyemprotan eceng gondok tersebut dilaksanakan sebagai tindak lanjut atas aspirasi para petani Desa Jangga dan Jumbleng yang mengkhawatirkan potensi banjir, khususnya pada musim penghujan. Keberadaan eceng gondok yang menutupi aliran sungai dinilai dapat menghambat aliran air dan meningkatkan risiko terjadinya banjir apabila hujan turun dengan intensitas tinggi.
Oleh karena itu, unsur Muspika Kecamatan Losarang bersama jajaran TNI dari Koramil 1611/Losarang berinisiatif melaksanakan kegiatan penyemprotan eceng gondok di sepanjang aliran sungai perbatasan kedua desa tersebut sebagai langkah antisipatif terhadap bencana banjir.
Hendri Dwi Prabowo, ST., S.Pd. menyampaikan bahwa pihaknya bergabung bersama masyarakat dan TNI dalam pelaksanaan penyemprotan eceng gondok tersebut. Kegiatan dilaksanakan pada Jumat (9/1/2026) pagi.
“Kita bersama-sama dengan Tokoh masyarakat H.Warum pakar pengendalian OPT melaksanakan kerja bakti supaya saat hujan turun air sungai dapat mengalir normal sehingga tidak menyebabkan banjir sekaligus menjawab keinginan dan aspirasi para petani di wilayannya,” kata Bowo.
Ia juga menambahkan, “Dengan kehadiran anggota Koramil 1611/Losarang yang ikut melaksanakan penyemprotan ini sangat diapresiasi oleh ie masyarakt desa Jangga dan Jumbleng,” tegasnya.
Sementara itu, tokoh masyarakat Desa Puntang, H. Warum, yang juga merupakan pakar dan ahli dalam pengendalian OPT (Organisme Pengganggu Tanaman), menjelaskan bahwa keikutsertaannya dalam kegiatan tersebut murni untuk membantu masyarakat.
“Saya dari Puntang ingin membantu saja tidak ada kepentingan apa apa selain hanya mendarma baktikan kemampuan saya sebagai pakar OPT, alat sederhana yang saya bawa sengaja dirancang untuk mempermudah proses penyemprotan ekosistem-ekosistem eceng, sedangkan obat yang digunakan juga sudah disesuaikan agar tidak mengganggu ekosistem sungai karena hanya khusus untuk mengatasi eceng gondok dan tidak mengganggu biota sungai yang lain,” pungkasnya.
( Maman )

