Minggu, April 12, 2026
HARGA IKLAN

Top 5 This Week

Related Posts

Panen Jagung Gantar Perkuat Ketahanan Pangan

Indramayu,Detik sbs – Upaya memperkuat ketahanan pangan nasional kembali ditunjukkan oleh Kepolisian Negara Republik Indonesia melalui Badan Pemelihara Keamanan (Baharkam) yang bersinergi dengan Forum Komunikasi Doa Bangsa. Kolaborasi tersebut diwujudkan dalam kegiatan panen raya jagung hibrida di Desa Mekarwaru, Kecamatan Gantar, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, Minggu/12/04/2026.

Panen dilakukan di lahan seluas 10 hektare dari total sekitar 150 hektare area tanam, dengan hasil produksi mencapai 50 ton jagung. Seluruh hasil panen selanjutnya disalurkan melalui Perum Bulog guna menjaga stabilitas pasokan pangan nasional.
Kabag Opsnalev Kakorbinmas Mabes Polri, Brigjen Mochamad Khodzin, menyampaikan bahwa hasil tersebut tergolong memuaskan.

Ia menjelaskan bahwa program penanaman jagung yang dilakukan di lahan Perhutani dan milik masyarakat telah memasuki tahap panen di sebagian wilayah.

“Dari 10 hektare yang sudah dipanen, rata-rata produktivitas mencapai 5 ton per hektare. Ini tentu menjadi hasil yang menggembirakan,” ujarnya.

Menurutnya, capaian ini tidak hanya mencerminkan peningkatan produktivitas pertanian, tetapi juga memperlihatkan kuatnya kolaborasi antara Polri, petani, dan masyarakat dalam mendukung sektor pangan.

Program penanaman jagung hibrida ini merupakan bagian dari strategi Polri dalam mendukung agenda ketahanan pangan nasional pemerintah. Keterlibatan aparat kepolisian dinilai sebagai langkah konkret dalam mendorong kemandirian pangan, khususnya di daerah.

Kegiatan panen raya turut dihadiri oleh berbagai unsur, di antaranya jajaran kepolisian setempat, pemerintah desa, kelompok tani, tokoh masyarakat, serta pihak Perhutani. Hal ini mencerminkan pendekatan kolaboratif dalam pembangunan sektor pertanian.

Penasihat Forum Komunikasi Doa Bangsa, H. Widodo, menegaskan bahwa peran Polri kini semakin luas dan tidak hanya terbatas pada aspek keamanan.

“Keterlibatan langsung kepolisian dalam pendampingan petani menjadi salah satu kunci keberhasilan program ini. Kami ingin memastikan program ketahanan pangan benar-benar berjalan dan dirasakan masyarakat,” ujarnya.

Ia juga menyinggung pentingnya sinergi lintas sektor dalam mewujudkan visi besar pemerintah, termasuk yang dicanangkan oleh Prabowo Subianto, dalam memperkuat kemandirian pangan nasional.

Sementara itu, pembina kelompok tani mitra Baharkam, H. Mulyadi, menyampaikan optimismenya terhadap keberlanjutan program tersebut. Ia menilai kegiatan ini tidak hanya meningkatkan produksi, tetapi juga berdampak langsung terhadap kesejahteraan petani.

“Program ini membuka peluang kerja dan meningkatkan taraf hidup masyarakat. Kami optimistis ke depan hasilnya akan semakin meningkat,” katanya.

Keberhasilan panen raya jagung hibrida di Indramayu ini diharapkan dapat menjadi contoh kolaborasi lintas sektor yang dapat diterapkan di berbagai daerah. Di tengah tantangan global, langkah konkret seperti ini dinilai penting dalam memperkuat ketahanan pangan nasional secara berkelanjutan.
( Maman )

Popular Articles