MUSI BANYUASIN – Kebakaran yang diduga mulai terlihat berkobar pada Sabtu, 25 Juli 2026 sekitar pukul 12.00 WIB diduga di areal milik PT Tesico Cahaya Pertiwi, eks lokasi RKT 2 Dam 2 Samarasa 2, Dusun 5, Desa Muara Medak, Kecamatan Bayung Lencir, hingga Selasa, 28 Juli 2026 ini diduga belum sepenuhnya padam. Berbagai elemen terkait masih terus berupaya maksimal mengendalikan kobaran api.
Salah satu warga yang enggan disebutkan namanya menghubungi awak media melalui pesan singkat dan mengirimkan rekaman visual kejadian tersebut. Warga menyampaikan bahwa api diduga sempat merambat hingga menyentuh lahan perkebunan milik warga sekitar, dengan luas lahan yang terdampak diperkirakan mencapai hampir 20 hektar. Mengingat lokasi merupakan kawasan lahan gambut yang sifatnya diduga sulit dipadamkan jika sudah terbakar, hari ini berbagai upaya kembali digencarkan secara maksimal.
Sebanyak 6 unit alat berat dikerahkan untuk membuat parit dan sekat bakar guna membatasi jangkauan api agar diduga tidak menyebar lebih luas. Dukungan juga disalurkan melalui 3 unit helikopter milik PT RHM yang melakukan pengeboman air dari udara.
Pihak Kehutanan Lalan Mendis membenarkan upaya penanganan tersebut, dan menjelaskan bahwa hal ini dilakukan secara bersama-sama melibatkan tim Perusahaan Sinar Mas, Kesatuan Pengelolaan Hutan, TNI, Polri, Manggala Agni, serta masyarakat setempat.
Saat dikonfirmasi, Kapolsek Bayung Lencir juga membenarkan kondisi tersebut. Ia menyampaikan bahwa sembilan orang personelnya saat ini sedang berada di lokasi dan turut membantu proses pemadaman serta pengamanan di tempat kejadian.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi mengenai penyebab pasti kejadian maupun perkiraan kerugian yang dialami.
—
