Selasa, April 14, 2026
HARGA IKLAN

Top 5 This Week

Related Posts

Puluhan Meteran Air Hilang, Perumdam Tirta Darma Ayu Imbau Pelanggan Tingkatkan Kewaspadaan

Indramayu, Detik sbs– Maraknya kasus kehilangan water meter atau meteran air di sejumlah wilayah Kabupaten Indramayu menjadi perhatian serius pihak Perumdam Tirta Darma Ayu. Kejadian ini bahkan disebut sebagai peristiwa luar biasa mengingat jumlah kehilangan yang cukup banyak dan tersebar di beberapa kecamatan.

Manajer Humas Perumdam Tirta Darma Ayu Indramayu, Budhi Suprihatin, mengungkapkan bahwa laporan kehilangan terus berdatangan dari berbagai wilayah. Hingga saat ini, data masih dalam proses pendataan sehingga total keseluruhan belum dapat dipastikan.

“Untuk sementara sudah ada beberapa wilayah yang melapor seperti di Jatibarang itu ada 18 buah, Lohbener juga melaporkan ada lebih dari 5 buah, terus Kandanghaur juga, tapi kalau totalnya saat ini belum tahu karena sekarang masih berjalan pendataan dan belum masuk ke kita,” kata Budhi saat ditemui di kantornya, Senin/14/04/2026.

Budhi menilai, kondisi ini harus segera diantisipasi agar tidak semakin meluas. Ia mengimbau seluruh pelanggan Perumdam untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi pencurian meteran air.

“Karena kejadian ini sedang marak terjadi, kami juga mengimbau pelanggan untuk sama-sama kita tingkatkan kewaspadaan mencegah hilangnya water meter yang sedang marak terjadi ini,” ujarnya.

Selain itu, Budhi juga meminta para pelanggan yang menjadi korban untuk segera melaporkan kejadian tersebut kepada pihak kepolisian. Menurutnya, laporan resmi sangat penting dalam proses pengungkapan kasus sekaligus menjadi syarat dalam penggantian meteran yang hilang.

Kehilangan meteran air ini tidak hanya merugikan pelanggan, tetapi juga berdampak pada terganggunya layanan distribusi air. Aliran air ke rumah pelanggan otomatis terputus, sementara air dari pipa yang dipotong pelaku berpotensi terbuang percuma.

Budhi menjelaskan bahwa meteran air yang terpasang di rumah pelanggan merupakan aset Perumdam yang dipinjamkan. Oleh karena itu, jika terjadi kehilangan, maka pelanggan memiliki tanggung jawab untuk turut menjaga keberadaannya.

“Makanya sekali lagi saya juga meminta kepada pelanggan untuk bisa sama-sama kita antisipasi jangan sampai kejadian ini kembali terjadi,” katanya.

Ia juga mengingatkan agar pelanggan tidak mencoba menyambung sendiri pipa yang terpotong akibat pencurian. Tindakan tersebut dapat berujung pada sanksi karena dianggap sebagai pemakaian air ilegal.

“Kasian pelanggan, sudah mah water meternya hilang, kalau mereka menyambungnya kembali oleh sendiri, ini bisa dikenakan sanksi pemakaian air secara ilegal,” jelas Budhi.

Saat ini, masing-masing unit wilayah yang terdampak telah melaporkan kasus tersebut ke polsek setempat. Sementara itu, pihak Perumdam pusat masih menunggu seluruh laporan masuk untuk kemudian dikonsultasikan dengan Polres Indramayu guna mencari langkah penanganan yang tepat.

“Sedangkan kita di pusat saat ini menunggu dahulu laporan semua masuk untuk kemudian kita coba konsultasikan dengan Polres Indramayu agar kejadian ini bisa diantisipasi dan tidak terus terjadi dan meluas,” tutupnya.
( Maman )

Popular Articles