Indramayu, Detik sbs – Peristiwa kebakaran terjadi di sebuah rumah toko (ruko) yang berlokasi di Blok Baloran, Desa Arjasari, Kecamatan Patrol, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat. Insiden tersebut mengakibatkan kerugian material yang ditaksir mencapai ratusan juta rupiah.
Pada Jumat/17/04/2026
Kepala Bidang Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Indramayu, Jajat Wibisono, mengungkapkan bahwa kebakaran diduga dipicu oleh api dari kompor gas yang menyambar bensin eceran yang dijual di dalam ruko tersebut.
Saat kejadian, pemilik ruko, Tarminah, tengah melakukan aktivitas menggoreng jajanan.
“Korban sedang menggoreng jajanan. Karena di ruko itu juga jual bensin eceran, diduga api dari kompor gas menyambar bensin,” kata Jajat saat dikonfirmasi
Akibat kejadian tersebut, api sempat menyembur dan mengenai wajah serta tangan korban. Tarminah mengalami luka bakar, namun kondisinya tidak serius dan masih dalam penanganan.
Api kemudian dengan cepat membesar dan merambat ke bagian depan toko hingga ke tengah rumah. Seluruh area tersebut dilaporkan hangus terbakar. Warga sekitar yang melihat kejadian itu segera berupaya memadamkan api dengan peralatan seadanya sambil menunggu bantuan petugas.
Laporan kebakaran diterima petugas sekitar pukul 08.25 WIB. Satu unit armada pemadam kebakaran tiba di lokasi pada pukul 08.43 WIB dan langsung melakukan upaya pemadaman. Api akhirnya berhasil dijinakkan sekitar pukul 09.30 WIB berkat kerja sama antara petugas Damkar, aparat desa, dan masyarakat setempat.
“Yang terbakar bagian depan toko dan tengah rumah, semuanya hangus,” jelas Jajat.
Meski di dalam ruko terdapat bahan mudah terbakar seperti gas LPG dan bensin eceran, pihak Damkar memastikan tidak terjadi ledakan selama proses kebakaran berlangsung.
Kerugian akibat insiden ini diperkirakan mencapai sekitar Rp100 juta. Proses pemadaman berjalan relatif lancar, meskipun petugas sempat mengalami kendala berupa akses jalan menuju lokasi yang cukup sempit.
“Perkiraan kerugian sekitar Rp100 juta. Untuk pemadaman relatif lancar, hanya akses jalan yang agak sempit,” tandasnya.
Peristiwa ini menjadi pengingat bagi masyarakat untuk lebih berhati-hati dalam menyimpan dan menggunakan bahan bakar di lingkungan tempat tinggal, terutama yang berdekatan dengan sumber api, guna mencegah kejadian serupa di masa mendatang. ( Maman )

