Top 5 This Week

Related Posts

Normalisasi Drainase Lemahabang Disorot Tajam, Warga Nilai Proyek “Setengah Hati” dan Tak Transparan

Indramayu, Detik sbs – Proyek normalisasi drainase di Kelurahan Lemahabang, tepatnya di Jalan Tembaga, menuai kritik keras dari masyarakat. Pasalnya, pekerjaan tersebut diduga dilakukan tidak menyeluruh karena sejumlah titik yang terdapat bangunan warung di atas saluran justru dibiarkan, sementara yang dikerjakan hanya bagian yang “bersih” dari bangunan.

Kondisi ini memicu kekecewaan warga karena dinilai tidak akan menyelesaikan persoalan utama, yakni kelancaran aliran air dan potensi banjir di kawasan tersebut.

“Ini terlihat seperti proyek setengah hati. Kalau memang mau normalisasi, ya harusnya dibongkar semua hambatan di atas drainase, bukan pilih-pilih lokasi. Kalau begini, percuma saja,” ujar salah satu warga dengan nada geram.
Pada Senin/28/04/2026.

Tak hanya itu, warga juga menyoroti tidak adanya papan proyek di lokasi pekerjaan. Hal ini menimbulkan tanda tanya besar terkait transparansi pelaksanaan kegiatan.

“Kami tidak tahu ini proyek dari dinas mana, anggarannya berapa, dan sumber dananya dari mana. Tidak ada papan informasi sama sekali. Ini sangat disayangkan,” ungkap warga lainnya.

Kekecewaan masyarakat semakin memuncak karena proyek yang seharusnya memberikan manfaat justru dinilai tidak maksimal sejak awal pelaksanaannya.

“Jujur kami kecewa. Ini menyangkut kepentingan umum, tapi pelaksanaannya seperti tertutup. Kami jadi curiga ada yang tidak beres,” tegas warga.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal Geplak (Gerakan Pers Lurus, Akurat dan Kritis) Hendri ,turut angkat bicara dan memberikan kritik tegas terhadap pelaksanaan proyek tersebut.

“Ini bukan sekadar persoalan teknis, tapi menyangkut prinsip dasar tata kelola pemerintahan yang baik. Tidak adanya papan proyek jelas melanggar prinsip transparansi publik. Masyarakat berhak tahu setiap rupiah yang digunakan, sumber anggaran, hingga siapa pelaksana kegiatan,” tegasnya.

Ia juga menilai, pelaksanaan yang tidak menyeluruh justru berpotensi menjadi pemborosan anggaran.

“Kalau pengerjaan dilakukan setengah-setengah, hasilnya tidak akan optimal. Ini berpotensi menjadi pemborosan anggaran negara. Jangan sampai proyek seperti ini hanya formalitas tanpa dampak nyata,” tambahnya.

Pihaknya mendesak instansi terkait untuk segera turun tangan dan memberikan penjelasan terbuka kepada masyarakat.

“Kami mendesak dinas terkait untuk segera melakukan evaluasi dan menyampaikan klarifikasi secara terbuka. Jika ditemukan pelanggaran, harus ada tindakan tegas. Jangan sampai kepercayaan masyarakat semakin terkikis,” pungkasnya

Hingga berita ini diturunkan, belum ada kejelasan dari pihak terkait maupun dari kontraktor.
( Maman )

Popular Articles