Top 5 This Week

Related Posts

Yayasan Mitra Hijau laporkan Capaian Proyek IKI -JET dan Perkenalkan Forbess di Kabupaten muara Enim

 

Muara Enim, 12 Juni 2026 –

MEDIA – DETIK SBS.
Yayasan Mitra Hijau (YMH) melaksanakan Audiensi Pelaporan Proyek Innovation Regions for a Just Energy Transition (IKI-JET) Periode Januari–Juni 2026 sekaligus memperkenalkan Forum Perempuan Energi Berkeadilan Sumatera Selatan (FORBESS) kepada Pemerintah Kabupaten Muara Enim dan para pemangku kepentingan daerah. Kegiatan berlangsung di Kantor Bappeda Kabupaten Muara Enim dan dihadiri oleh perwakilan pemerintah daerah, perguruan tinggi, dunia usaha, organisasi masyarakat sipil, serta kelompok perempuan dari Kabupaten Muara Enim.
Audiensi dibuka secara resmi oleh Sekretaris Bappeda Kabupaten Muara Enim, Oktapian Muharsyah, S.E., M.Acc, yang mewakili Kepala Bappeda Kabupaten Muara Enim. Dalam sambutannya, ia menyampaikan bahwa isu transisi energi dan transformasi ekonomi daerah merupakan tantangan sekaligus peluang yang perlu dipersiapkan sejak dini oleh seluruh pemangku kepentingan.
Menurutnya, sebagai salah satu daerah yang memiliki ketergantungan kuat terhadap sektor pertambangan batubara, Kabupaten Muara Enim perlu mulai memperkuat fondasi ekonomi alternatif yang mampu menciptakan lapangan kerja baru, meningkatkan daya saing masyarakat, dan menjaga keberlanjutan pembangunan daerah. Upaya tersebut sejalan dengan berbagai agenda pembangunan daerah yang mendorong penguatan UMKM, pengembangan ekonomi berbasis potensi lokal, pemberdayaan masyarakat, serta pengelolaan sumber daya alam yang berkelanjutan.

“Kabupaten Muara Enim harus mulai mempersiapkan diri menghadapi berbagai perubahan yang akan terjadi di masa depan. Karena itu, penguatan kapasitas masyarakat, pemberdayaan perempuan, pengembangan UMKM, serta pemanfaatan potensi ekonomi lokal menjadi langkah penting untuk memastikan masyarakat tetap memperoleh manfaat dari proses pembangunan yang berkelanjutan,” ujarnya.
Ia juga mengapresiasi pelaksanaan Proyek IKI-JET yang dinilai relevan dengan kebutuhan daerah, khususnya dalam memperkuat kapasitas masyarakat dan mendorong lahirnya berbagai inisiatif ekonomi yang dapat menjadi bagian dari transformasi ekonomi daerah menuju masa depan yang lebih berkelanjutan.
Dalam kesempatan tersebut, Direktur Eksekutif Yayasan Mitra Hijau, Dr. Doddy S. Sukadri, memaparkan capaian program IKI-JET selama Januari–Juni 2026 yang telah dilaksanakan di Sumatera Selatan, termasuk di Kabupaten Muara Enim. Berbagai kegiatan yang telah dilaksanakan meliputi penguatan kapasitas perempuan dan pemuda, pelatihan green business dan green jobs, pelatihan manajemen energi, pengembangan UMKM, penguatan kelompok masyarakat, dialog kebijakan, serta berbagai kegiatan pemberdayaan ekonomi yang mendukung agenda transisi energi berkeadilan.
Proyek IKI-JET yang didukung Pemerintah Jerman tersebut bertujuan mendorong terwujudnya transisi energi yang berkeadilan melalui peningkatan partisipasi masyarakat, penguatan kelompok rentan, serta pengembangan alternatif ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan di wilayah penghasil batubara.
Salah satu capaian penting yang diperkenalkan dalam audiensi ini adalah terbentuknya Forum Perempuan Energi Berkeadilan Sumatera Selatan (FORBESS) yang dideklarasikan pada April 2026. Forum ini menjadi wadah kolaborasi perempuan lintas komunitas dalam memperkuat kapasitas, kepemimpinan, pengembangan usaha ekonomi hijau, serta advokasi kebijakan yang responsif gender dalam agenda transisi energi.

 


Ketua FORBESS, Ir. Nurmalina, menjelaskan bahwa FORBESS hadir sebagai ruang bersama untuk memastikan perempuan tidak hanya menjadi penerima manfaat, tetapi juga menjadi pelaku utama dalam proses transformasi ekonomi dan pembangunan berkelanjutan.
Diskusi yang berlangsung interaktif menghasilkan berbagai masukan strategis dari pemerintah daerah, akademisi, dunia usaha, dan organisasi masyarakat. Perwakilan Dinas Kehutanan Provinsi Sumatera Selatan menyampaikan peluang kolaborasi dalam pengembangan kelompok perempuan penjaga hutan, pemanfaatan hasil hutan bukan kayu, pengembangan kopi rakyat, hingga inisiatif energi terbarukan berbasis masyarakat. Sementara itu, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Muara Enim menyatakan kesiapan untuk bersinergi dengan FORBESS dalam berbagai program peningkatan kualitas hidup dan pemberdayaan ekonomi perempuan.
Dalam diskusi juga mengemuka potensi besar kopi Semendo sebagai salah satu komoditas unggulan yang dapat menjadi bagian dari strategi transformasi ekonomi pascatambang. Berbagai pihak mendorong penguatan kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, perusahaan, kelompok masyarakat, dan FORBESS untuk mengembangkan rantai nilai kopi, pengolahan hasil hutan, ekonomi kreatif, hingga pengembangan usaha berbasis lingkungan yang mampu menciptakan nilai tambah bagi masyarakat.
Menutup kegiatan, Kabid Perekonomian dan Sumber Daya Alam Bappeda Kabupaten Muara Enim, Resza Dwi Artha, S.T., M.Sc., M.Si, menyampaikan apresiasi atas kontribusi Yayasan Mitra Hijau dalam mendukung penguatan kapasitas masyarakat dan pengembangan ekonomi lokal di Kabupaten Muara Enim.
Ia menegaskan bahwa isu transisi energi merupakan keniscayaan yang perlu diantisipasi sejak sekarang. Karena itu, Pemerintah Kabupaten Muara Enim menyambut baik berbagai inisiatif yang dapat membantu masyarakat mempersiapkan diri menghadapi perubahan struktur ekonomi di masa depan.

 

“Kami berharap kerja sama dengan Yayasan Mitra Hijau dapat terus berlanjut. Program-program yang telah dilaksanakan memberikan kontribusi nyata dalam meningkatkan kapasitas masyarakat dan membuka peluang usaha baru. FORBESS juga diharapkan dapat segera menunjukkan aksi nyata di lapangan serta memperkuat koordinasi dengan perangkat daerah agar berbagai program pemberdayaan perempuan dan transformasi ekonomi dapat berjalan lebih optimal,” ujarnya.
Melalui audiensi ini, Yayasan Mitra Hijau berharap terbangun kolaborasi yang lebih kuat antara pemerintah daerah, perguruan tinggi, dunia usaha, dan masyarakat sipil dalam mendukung agenda transisi energi berkeadilan serta transformasi ekonomi hijau yang inklusif dan berkelanjutan di Kabupaten Muara Enim dan Sumatera Selatan

 

 

G. Sasmita

Popular Articles