Top 5 This Week

Related Posts

Kepala Pasar Jatibarang Jelaskan Terkait Tumpukan Sampah di Desa Kebulen

Indramayu, Detik sbs– Menyikapi adanya sorotan masyarakat terkait tumpukan sampah di Blok Bantaragung, Desa Kebulen, Kecamatan Jatibarang, Kabupaten Indramayu, Kepala Pasar Daerah Jatibarang, H. Samsuri, memberikan klarifikasi mengenai pengelolaan sampah yang sempat menjadi perhatian publik.

Menurut H. Samsuri, pembuangan sampah di lokasi tersebut dilakukan atas dasar permintaan pemilik lahan yang menghendaki agar lubang dengan kedalaman kurang lebih tujuh meter segera ditutup. Sampah yang dibuang dimanfaatkan sebagai material urugan untuk menutup lubang tersebut.

Ia menjelaskan, langkah tersebut bukan bertujuan menjadikan lokasi tersebut sebagai tempat pembuangan sampah permanen, melainkan sebagai bagian dari proses pengurugan lahan. Meski demikian, pihaknya tetap berharap proses tersebut dapat segera diselesaikan sesuai ketentuan yang berlaku sehingga tidak menimbulkan dampak terhadap lingkungan maupun mengganggu aktivitas masyarakat sekitar.

Selain memberikan penjelasan mengenai lokasi pengurugan, H. Samsuri juga memaparkan sistem pengelolaan sampah di Pasar Daerah Jatibarang yang selama ini dilakukan secara rutin. Menurutnya, sampah yang dihasilkan dari aktivitas pasar terlebih dahulu dipilah berdasarkan jenisnya sehingga sampah organik masih dapat dimanfaatkan kembali.

“Kalau sampah organik biasanya dimanfaatkan untuk pengembangbiakan jangkrik, seperti yang dipesan Pak Carkaya,” ujar Samsuri, di ruang kerjanya.Senin 06/07/2026.

Sementara itu, sampah yang tidak dapat dimanfaatkan kembali diangkut setiap hari menuju Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Pecuk, Kecamatan Sindang. Pengangkutan dilakukan menggunakan armada khusus guna menjaga kebersihan lingkungan pasar serta mencegah terjadinya penumpukan sampah.

Menurut H. Samsuri, pengelolaan sampah menjadi salah satu prioritas dalam mendukung terciptanya lingkungan pasar yang bersih, sehat, dan nyaman bagi para pedagang maupun masyarakat yang berbelanja. Karena itu, pengangkutan sampah ke TPA dilakukan secara terjadwal setiap hari.

“Setiap harinya delapan kali kami mengirimkan sampah ke TPA Pecuk, Sindang, Indramayu,” pungkasnya.

Dengan adanya penjelasan tersebut, diharapkan informasi yang berkembang di tengah masyarakat dapat dipahami secara utuh.

Di sisi lain, proses pengurugan di lokasi Desa Kebulen diharapkan segera rampung dengan tetap memperhatikan ketentuan yang berlaku serta aspek kebersihan dan kelestarian lingkungan, sehingga tidak menimbulkan persoalan baru maupun keresahan di tengah masyarakat.
( Maman )

Popular Articles