Top 5 This Week

Related Posts

Mahasiswa Polindra Ciptakan Mesin BWRO, Solusi Air Bersih untuk Kawasan Pesisir Indramayu

Indramayu, Detik sbs – Inovasi membanggakan kembali lahir dari dunia pendidikan tinggi di Kabupaten Indramayu. Mahasiswa Politeknik Negeri Indramayu (Polindra) berhasil mengembangkan mesin Brackish Water Reverse Osmosis (BWRO) yang mampu mengolah air payau menjadi air bersih untuk memenuhi kebutuhan mandi, cuci, dan sanitasi.

Teknologi tersebut merupakan hasil tugas akhir mahasiswa yang tidak hanya bernilai akademis, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Mesin BWRO itu resmi diserahkan kepada pengelola Pantai Balongan Indah (Bali) 2 sebagai bentuk implementasi inovasi di lapangan.
Pada Rabu /22/07/2026.

Mesin ini memiliki kapasitas produksi hingga sekitar 10.000 liter air bersih setiap hari. Kehadirannya diharapkan mampu menjawab persoalan keterbatasan pasokan air bersih yang selama ini menjadi tantangan di kawasan wisata pesisir tersebut.

Sebelumnya, pengelola Pantai Bali 2 harus mendatangkan air bersih menggunakan mobil tangki, terutama saat akhir pekan maupun musim libur ketika jumlah pengunjung meningkat. Kondisi itu tentu membutuhkan biaya operasional yang tidak sedikit.

Dengan adanya mesin BWRO, sumber air payau yang tersedia di sekitar kawasan pantai kini dapat diolah menjadi air bersih secara mandiri sehingga lebih efisien dan berkelanjutan.

Direktur Politeknik Negeri Indramayu, Rofan Aziz, mengatakan bahwa inovasi tersebut merupakan bukti nyata kemampuan mahasiswa dalam menghasilkan teknologi yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat.

Menurutnya, perguruan tinggi tidak hanya berperan mencetak lulusan yang kompeten, tetapi juga harus mampu menghadirkan solusi atas berbagai persoalan di lingkungan sekitar melalui riset dan inovasi.

“Mesin BWRO ini menjadi salah satu contoh bahwa hasil karya mahasiswa dapat langsung diterapkan dan memberikan manfaat bagi masyarakat, khususnya di wilayah pesisir yang masih menghadapi keterbatasan akses air bersih,” ujarnya.

Sementara itu, pengelola Pantai Balongan Indah (Bali) 2, Akso, menyampaikan apresiasi atas kepedulian dan kreativitas mahasiswa Polindra. Ia menilai inovasi tersebut sangat membantu operasional kawasan wisata sekaligus meningkatkan pelayanan kepada para pengunjung.

Akso berharap kerja sama antara dunia pendidikan dengan masyarakat dapat terus terjalin sehingga semakin banyak inovasi yang lahir untuk mendukung pembangunan daerah.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Polindra beserta para mahasiswa yang telah menghadirkan solusi nyata bagi kebutuhan air bersih di kawasan wisata ini. Semoga ke depan semakin banyak inovasi lain yang dapat dikembangkan untuk membantu masyarakat,” katanya.

Keberhasilan pengembangan mesin BWRO ini menjadi bukti bahwa inovasi anak bangsa mampu memberikan dampak langsung bagi masyarakat. Selain mendukung pengembangan sektor pariwisata, teknologi tersebut juga membuka peluang penerapan serupa di berbagai wilayah pesisir lainnya di Kabupaten Indramayu yang masih mengalami keterbatasan akses terhadap air bersih.
( Maman )

Popular Articles