Top 5 This Week

Related Posts

Lebih dari 10 Ribu Hektare Sawah Terancam Kekeringan

Indramayu , Detik sbs – Ancaman kekeringan mulai menghantui sektor pertanian di Kabupaten Indramayu. Sedikitnya 10.673 hektare lahan persawahan yang ditanami padi di enam kecamatan dilaporkan mulai mengalami kekurangan pasokan air, sehingga berpotensi mengganggu produktivitas bahkan memicu gagal panen apabila tidak segera ditangani.
Kamis /23/07/2026.

Menyikapi kondisi tersebut, Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Kabupaten Indramayu mendesak Pemerintah Kabupaten Indramayu bersama instansi terkait untuk segera mengoptimalkan distribusi air irigasi dari Bendung Salamdarma ke wilayah-wilayah yang terdampak.

Berdasarkan pendataan KTNA per 22 Juli 2026, lahan sawah yang mulai terdampak kekeringan tersebar di enam kecamatan, yakni Kecamatan Sukra sekitar 2.500 hektare, Patrol sekitar 2.100 hektare, Anjatan sekitar 2.000 hektare, Kandanghaur sekitar 2.000 hektare, Gabuswetan sekitar 1.573 hektare, serta Kecamatan Bongas sekitar 500 hektare.

KTNA menjelaskan, tanaman padi di wilayah tersebut saat ini berada pada fase pertumbuhan awal dengan usia sekitar 7 hingga 25 hari. Pada fase ini, kebutuhan air menjadi sangat vital untuk mendukung pertumbuhan tanaman sehingga kekurangan pasokan air dapat berdampak serius terhadap hasil panen.

Meski kondisi lahan di sejumlah titik mulai retak akibat minimnya air, KTNA menyebut sebagian besar tanaman padi masih tampak hijau. Hal itu menunjukkan tanaman masih memiliki peluang besar untuk diselamatkan apabila pasokan air dapat segera dialirkan ke areal persawahan.

“Ini merupakan waktu yang sangat menentukan. Kalau air segera masuk, tanaman masih bisa diselamatkan. Namun jika terus dibiarkan, bukan tidak mungkin ribuan hektare sawah akan mengalami puso atau gagal panen,” ujar pihak KTNA.

KTNA berharap pemerintah segera mengambil langkah cepat melalui koordinasi dengan pengelola irigasi agar distribusi air dari Bendung Salamdarma dapat diprioritaskan ke daerah-daerah yang saat ini mengalami kekeringan.

Langkah tersebut dinilai penting untuk menghindari kerugian yang lebih besar bagi ribuan petani serta menjaga produktivitas pertanian Indramayu sebagai salah satu lumbung padi nasional.

Apabila keterlambatan distribusi air terus terjadi, dikhawatirkan luas lahan yang mengalami kekeringan akan semakin bertambah dan berujung pada gagal panen secara massal.
( Maman )

Popular Articles