Indramayu, Detik sbs – Kelangkaan LPG 3 kg mulai dirasakan warga di sejumlah wilayah Kabupaten Indramayu. Pedagang kecil menjadi yang paling terdampak karena harus berkeliling dari warung ke warung hanya untuk mendapatkan satu tabung gas.
Seperti yang dirasakan Sahrul, pedagang cilok keliling, di wilayah Gabus dan Kroya, ia mengaku baru berhasil mendapatkan gas setelah mendatangi empat warung.
“Iya lagi langka (LPG 3 Kg), harus muter-muter dulu baru dapat,” kata Sahrul, Minggu 02/08/2026.
Tak hanya langka, harga gas melon di tingkat pengecer juga ikut naik. Dari yang biasa Rp21 ribu, kini mencapai Rp25 ribu hingga Rp30 ribu per tabung di beberapa wilayah.
Di sisi lain, harga bahan baku berjualan cilok isi ayam seperti ayam dan telur juga ikut naik. Kondisi ini membuat beban pedagang kecil semakin berat.
Keluhan serupa datang dari Karsan, penjual masakan di wilayah Kroya, yang harus mendatangi 10 warung sebelum mendapatkan gas.
Sementara Daeni,warga Haurgeulis, terpaksa membeli LPG 3 kg seharga Rp30 ribu agar keluarganya tetap bisa memasak.
Warga berharap pemerintah segera turun tangan agar pasokan LPG 3 kg kembali normal. Sebab, bagi mereka, gas melon bukan sekadar kebutuhan, tetapi penopang utama untuk mencari nafkah dan memenuhi kebutuhan keluarga.
( Maman )

