Top 5 This Week

Related Posts

Damkar Indramayu Turun Tangan Atasi Irigasi Mampet, Puluhan Hektare Sawah Terancam Kekeringan

Indramayu, Detik sbs – Musim kemarau mulai memberikan dampak terhadap sektor pertanian di Kabupaten Indramayu. Puluhan petani di Desa Lobener Lor, Kecamatan Jatibarang, Kabupaten Indramayu, menghadapi persoalan serius setelah saluran irigasi yang menjadi sumber pasokan air ke areal persawahan mengalami penyumbatan.

Kondisi tersebut membuat air tidak dapat mengalir secara normal ke lahan pertanian. Bahkan, sekitar 80 hingga 100 hektare sawah terancam mengalami kekeringan.
Ironisnya, di tengah kondisi tersebut, para petani justru menghubungi nomor darurat Pemadam Kebakaran (Damkar) Indramayu pada Senin /03/08/2026.

Namun, panggilan darurat kali ini bukan untuk menangani kebakaran. Para petani meminta bantuan karena saluran air yang tersumbat membuat pasokan air ke persawahan terhenti.
Kondisi ini menjadi persoalan serius bagi petani. Sebagian bibit padi yang sebelumnya telah disemai dilaporkan mati karena tidak mendapatkan pasokan air yang cukup.

Mendapat laporan tersebut, petugas Damkar Indramayu langsung bergerak menuju lokasi. Tanpa ragu, petugas turun ke area yang tergenang untuk membuka kembali saluran irigasi yang tersumbat.

Dengan menggunakan peralatan yang tersedia, petugas menyemprot bagian gorong-gorong menggunakan tekanan air tinggi. Upaya tersebut dilakukan untuk mendorong material yang menyumbat saluran agar aliran air dapat kembali terbuka.
Tak hanya mengandalkan peralatan, petugas juga melakukan pengerukan secara manual untuk mengangkat sumbatan yang menghambat aliran air.

Proses tersebut tidak dilakukan sendiri. Sejumlah petani turut turun tangan dan bergotong royong membantu petugas membersihkan saluran irigasi.
Kerja sama antara petugas Damkar dan para petani tersebut akhirnya membuahkan hasil. Saluran yang sebelumnya tersumbat mulai terbuka sehingga air perlahan kembali mengalir menuju area persawahan.

Bagi para petani, terbukanya saluran irigasi menjadi angin segar. Sebab, ketersediaan air sangat menentukan keberlangsungan tanaman padi, terlebih saat musim kemarau ketika sumber air semakin terbatas.

Jika persoalan tersebut tidak segera ditangani, kekeringan dikhawatirkan semakin meluas dan berpotensi menimbulkan kerugian bagi petani.
Peristiwa ini sekaligus memperlihatkan bahwa peran petugas Damkar tidak semata-mata berkutat pada penanganan kebakaran. Dalam kondisi tertentu, petugas juga dituntut hadir membantu masyarakat dalam berbagai situasi darurat yang membutuhkan penanganan cepat di lapangan.

Respons cepat Damkar Indramayu mendapat apresiasi dari masyarakat, khususnya para petani yang tengah berjuang mempertahankan lahan pertaniannya dari ancaman kekeringan.

Bagi petani Desa Lobener Lor, bantuan tersebut bukan sekadar membuka saluran yang tersumbat. Lebih dari itu, langkah tersebut menjadi upaya menyelamatkan puluhan hektare lahan pertanian yang menjadi sumber penghidupan masyarakat.

Gotong royong antara petugas dan warga juga menjadi gambaran bahwa persoalan lingkungan dan pertanian dapat ditangani bersama ketika seluruh pihak bergerak cepat.
Di tengah musim kemarau dan ancaman kekeringan yang mulai menghantui sejumlah wilayah pertanian, kepedulian serta respons cepat seperti ini menjadi sangat penting.

Damkar tidak hanya hadir ketika api berkobar. Di saat masyarakat membutuhkan pertolongan, petugas juga hadir memberikan pelayanan kemanusiaan, termasuk membantu memastikan air kembali mengalir untuk menyelamatkan lahan pertanian warga.
( Maman )

Popular Articles