Top 5 This Week

Related Posts

Kepala Bakamla RI Kunker Di Nisel, Peletakkan Batu Pertama Pembangunan SPKKL Di Nias Selatan.

Nias Selatan//detik.sbs – Badan Keamanan Laut (Bakamla) Republik Indonesia mulai membangun Stasiun Pemantauan Keamanan dan Keselamatan Laut (SPKKL) di Kabupaten Nias Selatan yang berlokasi di Alo’oa, Desa Orahili Fau, Kecamatan Fanayama dengan pagu anggaran sebesar Rp 34 Miliar

Pembangunan Stasiun Pemantauan Keamanan dan Keselamatan Laut tersebut ditandai dengan peletakan batu pertama oleh Kepala Bakamla RI Laksdya TNI Dr. Irvansyah, S.H., M.Tr.Opsla, Selasa (15/9/2026).

Peletakan batu pertama pembangunan SPKKL tersebut turut dihadiri oleh sejumlah pejabat Bakamla diantaranya Kepala Zona Bakamla Barat Laksamana Pertama TNI Bambang Trijanto, Kepala Biro Perencanaan Bakamla RI Laksamana Pertama TNI Budi Santosa, Kepala Biro Sarana dan Prasarana Bakamla RI Laksamana Pertama TNI Agung Setiawan, Direktur Data dan Informasi Bakamla RI Laksamana Pertama TNI Sigit Winarko, dan seluruh Forkopimda Nias Selatan.

Melalui kata sambutannya, Kepala Bakamla RI Dr. Irvansyah mengatakan pembangunan SPKKL di Nias Selatan adalah merupakan bagian dari penguatan infrastruktur Bakamla secara nasional.

Bakamla saat ini tengah membangun sekitar 35 SPKKL di berbagai wilayah di Indonesia hingga Papua. Untuk SPKKL Nias Selatan, pembangunan ditargetkan rampung dalam waktu sekitar lima bulan dengan anggaran sekitar Rp34 miliar.

“Uang rakyat juga. Mudah-mudahan uangnya bisa bermanfaat, jadinya juga bagus,” katanya.

Ia menegaskan pembangunan fasilitas tersebut tidak boleh sekadar menghasilkan bangunan secara fisik. Keberadaannya harus memberikan manfaat nyata bagi penguatan pengawasan laut sekaligus masyarakat di sekitarnya.

Menariknya, pengerjaan pembangunan juga melibatkan putra daerah Nias. Bakamla berharap keterlibatan masyarakat lokal dapat menjadi bagian dari kontribusi pembangunan sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi daerah.

Untuk mendukung operasional SPKKL, Bakamla telah menyiapkan enam personel pada tahap awal. Keenamnya disebut merupakan putra asli Nias.

Bakamla juga membuka peluang bagi masyarakat setempat untuk bergabung dan nantinya menjadi bagian dari personel yang mengawaki fasilitas tersebut.

“Saya juga memberikan kesempatan masyarakat untuk bisa bergabung dengan Bakamla yang nantinya bisa mengawaki SPKKL yang sudah kita bangun ini,” ujar Irvansyah.

Penguatan pengawasan dinilai semakin penting karena perairan Nias tidak hanya memiliki potensi sumber daya kelautan yang besar, tetapi juga menghadapi sejumlah potensi ancaman.

Irvansyah menyebut aktivitas perikanan menjadi salah satu perhatian utama. Lalu lintas kapal di perairan lepas juga perlu diawasi, termasuk kemungkinan pemanfaatan jalur laut untuk aktivitas ilegal, Salah satu ancaman yang menjadi perhatian adalah penyelundupan narkotika melalui jalur laut

Sementara Bupati Nias Selatan Sokhiatulo Laia melalui kata sambutannya mengatakan, kami menyambut baik pembangunan SPKKL ini, dan fasilitas Bakamla bukan sekadar bangunan, melainkan simbol semakin kuatnya kehadiran negara di wilayah perairan Nias Selatan.

Selanjutnya Kami berharap kehadiran SPKKL ini tidak hanya menjadi sebuah bangunan, tetapi menjadi simbol hadirnya negara dalam menjaga wilayah perairan dan melindungi masyarakatnya.

Juga kami percaya bahwa pembangunan SPKKL ini memiliki arti strategis bagi Nias Selatan yang memiliki wilayah perairan luas serta berada di kawasan yang berhadapan langsung dengan jalur perairan strategis., ucap Sokhiatulo.

Popular Articles