JAKARTA, 23 September 2026 — Kedutaan Besar Prancis di Indonesia melalui Institut français d’Indonésie (IFI), berkolaborasi dengan Alliance Française (AF) di Indonesia, Business France, dan Disciples Escoffier Indonesia, resmi menggelar Rendez-vous Rasa: France-Indonesia Gastronomy Week 2026.
Festival kuliner tahunan yang mempertemukan kekayaan kuliner Prancis dan Indonesia, Rendez-vous Rasa, resmi membuka edisi ke-4 penyelenggaraannya di Auditorium IFI. Acara ini berlangsung selama 12 hari, mulai 23 September hingga 4 Oktober 2026, di lebih dari 40 kota di Indonesia.
Edisi keempat yang sebelumnya bernama Le Goût de France / Cita Rasa Prancis ini kini hadir dengan identitas baru. Mengusung kata rendez-vous (pertemuan dalam bahasa Prancis) dan rasa (bahasa Indonesia), perhelatan ini merayakan perpaduan tradisi kuliner sekaligus diplomasi budaya antara Prancis dan Indonesia. Untuk pertama kalinya, ajang ini berkolaborasi langsung dengan program unggulan Kementerian Pariwisata Indonesia, Wonderful Indonesia Gastronomy (WIG) 2026, serta Jaringan Gastronomi Indonesia.
Kehadiran Tokoh dan Chef Ternama
Acara pembukaan ini dihadiri oleh sejumlah pejabat penting dan chef ternama dari Prancis maupun Indonesia, di antaranya:
• Fabrice Fize (Deputy Head of Mission Kedubes Prancis)
• Ni Made Ayu Marthini (Deputi Bidang Pemasaran Kemenparekraf)
• Carole Meyer (Atase Kebudayaan Kedubes Prancis)
• Chef Stéphane Carrade (Chef bintang dua Michelin dan bintang hijau Michelin)
• Chef Fabrice Danniel (Deputy Director Culinary Arts Le Cordon Bleu Paris)
• Chef Indah Kusuma (Mantan instruktur Le Cordon Bleu Los Angeles)
• Chef Jean-Yves Leuranguer (Chef MOF & Michelin Star dari Apurva Kempinski Bali)
• Chef I Wayan Nara Iswara (Pemenang Young Talent Escoffier Asia Pacific 2025)
• Serta sejumlah MasterChef Indonesia seperti Chef Wina, Chef Stefani, Chef Jiru, Chef Alsha, dan Chef Ramos.
Duta Besar Prancis untuk Indonesia, Timor-Leste, dan ASEAN, Fabien Penone, menegaskan pentingnya kolaborasi ini. “Kerja sama antara Prancis dan Indonesia di bidang gastronomi bukan sekadar tentang memamerkan masakan masing-masing negara. Tetapi juga tentang membangun hubungan baik jangka panjang antara tradisi kuliner, profesional, dan generasi muda, sekaligus berkontribusi pada pelestarian dan pembaruan warisan gastronomi kita. Kolaborasi ini mencerminkan keyakinan bersama: gastronomi mencapai puncaknya ketika mampu menciptakan dialog, pertukaran, dan inspirasi timbal balik.”
Kerja Sama Kebudayaan dan Pendidikan Kuliner
Wakil Kepala Misi Kedutaan Besar Prancis untuk Indonesia, Timor Leste, dan ASEAN, Fabrice Fize, menyampaikan dalam keynote speech nya, bahwa kuliner merupakan jembatan pertukaran budaya yang sangat kuat antara Prancis dan Indonesia. Kerja sama ini juga selaras dengan komitmen Deklarasi Bogor yang disepakati oleh Presiden Emmanuel Macron dan Presiden Prabowo Subianto pada Mei 2025 lalu.
Selain perayaan kuliner, kolaborasi ini berfokus pada pelatihan vokasi serta program pertukaran pelajar:
• Pelatihan Master Trainer: Program pelatihan tahunan bagi 40 pelatih/instruktur kuliner bekerjasama dengan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.
• Program Magang ARIF (Apprentissage Restauration Indonésie-France): Kesempatan magang selama dua tahun di Prancis bagi mahasiswa politeknik Indonesia.
• Workshop Masterclass: Sesi berbagi ilmu dari para chef ternama asal Prancis kepada para siswa SMK, SMA, dan politeknik di Indonesia.
Menteri Pariwisata Indonesia, Widiyanti Putri Wardhana, turut menyampaikan apresiasinya. Menurutnya, kolaborasi ini merupakan bentuk nyata gastro-diplomasi di mana kekayaan kuliner menjadi jembatan persahabatan, keberlanjutan, dan budaya kedua bangsa.
Acara ini menegaskan komitmen kedua negara untuk saling berbagi pengetahuan, memperjelas identitas kuliner, serta mendorong pertumbuhan industri gastronomi.
Dalam sambutannya, Beliau menegaskan bahwa gastronomi merupakan identitas penting suatu bangsa. Kekayaan Indonesia yang membentang di lebih dari 17.000 pulau menyajikan ragam bumbu, rempah, dan teknik memasak yang sangat kaya.
Kementerian Pariwisata juga terus mendorong program Wonderful Indonesia Gastronomy (WIG) sebagai salah satu program andalan (flagship program) untuk mempromosikan kekayaan kuliner Nusantara di tingkat internasional. “Gastronomi bukan sekadar makanan, melainkan diplomasi di mana kita bisa saling belajar dan bekerja sama.
Berdasarkan data statistik, sekitar 58% pengeluaran wisatawan mancanegara di Indonesia dialokasikan untuk aktivitas yang berhubungan dengan kuliner,” ujar perwakilan Kemenpar dalam acara tersebut. Pihak kementerian juga menyoroti pentingnya pengembangan sumber daya manusia melalui kolaborasi pendidikan gastronomi antarnegara.
Sementara itu, Atase Kebudayaan Kedutaan Besar Prancis untuk Indonesia, Carole Meyer menyampaikan rincian program Rendez-vous Rasa 2026 yang akan berlangsung selama 12 hari. Acara ini melibatkan lebih dari 10 pulau, 40 kota, serta lebih dari 150 restoran, sekolah vokasi, dan pusat kebudayaan di seluruh Indonesia.
Program ini dirancang untuk mempererat hubungan antarmasyarakat dan pelaku industri gastronomi dari kedua negara. Melalui situs resmi rendezvousrasa.com, masyarakat dapat menjelajahi peta interaktif untuk menemukan jadwal Menu à la Française, sesi Masterclass, hingga Prestige Dinners yang menghadirkan kolaborasi para chef ternama dari Prancis dan Indonesia,” jelas Carole.
Rangkaian acara Prestige Dinners dan kolaborasi chef ini dijadwalkan berlangsung di beberapa kota besar, seperti Makassar, Solo (Surakarta), Bandung, dan Jakarta.
Melalui kolaborasi ini, diharapkan ekosistem pariwisata gastronomi Indonesia dan Prancis dapat semakin berkembang pesat serta memberikan dampak positif bagi sektor ekonomi kreatif dan UMKM.
Selain itu program Rendez-vous Rasa 2026 ini juga turut menghadirkan :
• Workshop Kuliner & Pelatihan Vokasi: Menghadirkan lokakarya teknik memasak dan pelatihan vokasi yang dipimpin oleh Chef Fabrice Daniel dari Le Cordon Bleu Paris di berbagai sekolah kejuruan dan kampus.
• Pelatihan khusus pengajar (YELI training for trainers) juga dijadwalkan dimulai pada minggu berikutnya.
• Diskusi Panel & Sesi Tasting: Diselenggarakan berbagai diskusi panel dan sesi cicip makanan, salah satunya bekerja sama dengan Wonderful Indonesia Gastronomy di Grand Hotel Yogyakarta.
• Pemutaran Film Berbasis Gastronomi: Menampilkan pemutaran film komedi musikal animasi pemenang penghargaan tahun 2023 berjudul “Chicken for Linda” di pusat kebudayaan Institut Français.
Rangkaian Acara Utama
• Partisipasi Restoran Masif: Sekitar 150 restoran di 40 kota dan lebih dari 10 pulau (dari Medan hingga Merauke) berpartisipasi menyajikan “menu à la française” serta hidangan kreasional berbasis tradisi Prancis.
• Kehadiran Koki Bintang Dua Michelin: Koki asal Prancis, Chef Stéphane Carrade (pemilik 2 Bintang Michelin & Michelin Green Star dari restoran le Skiff Club), berkunjung ke beberapa kota di Indonesia.
Pertemuan Bintang Michelin Prancis dan Indonesia
Chef kenamaan asal Prancis, Stéphane Carrade, membagikan perjalanan karier kuliner serta filosofi memasaknya dalam sebuah sesi wawancara dan tanya jawab. Beliau mengungkapkan kisah awal kecintaannya pada dunia kuliner, konsep Terroir Progressif, hingga kesannya terhadap kekayaan rasa masakan Indonesia.
Selama beberapa hari ke depan, Chef Stéphane Carrade dijadwalkan bertemu dengan komunitas kuliner di Jakarta, Makassar, dan Bandung, serta berpartisipasi dalam pembukaan Wonderful Indonesia Gastronomy di Pura Mangkunegaran, Surakarta.
Beliau memimpin sesi demo memasak di Jakarta, demo di atas kapal phinisi di Makassar, hingga kolaborasi Six-Hands Dinner bersama Chef Degan Septoadji dan Chef Wayan Ari Wibowo di Pura Mangkunegaran, Surakarta.
Edukasi dan Transfer Keahlian:
• Chef Fabrice Danniel dari Le Cordon Bleu Paris memandu workshop bersama universitas mitra IFI di Indonesia.
• Pengembangan program magang ARIF (Apprentissage Restauration Indonésie-France) yang memfasilitasi mahasiswa kuliner Indonesia belajar dan bekerja di Prancis.
• Pembukaan edisi ketiga FITT (French Indonesian Training of Trainers) di Depok pada 28 September 2026 untuk melatih instruktur vokasi kuliner Indonesia, bekerja sama dengan Kemendikdasmen.
• Lokakarya demonstrasi memasak di Politeknik Pariwisata Bali (25 September) dan Politeknik Pariwisata Medan (29 September).
• Lomba Fotografi Kuliner: Bekerja sama dengan Nikon Indonesia, masyarakat umum diajak mengikuti Food Photography Competition bernuansa “Dine. Capture. Share. Tell the story” dengan mengunggah hasil foto kuliner Prancis di restoran mitra ke Instagram.
Acara ditutup dengan sesi diskusi panel yang menghadirkan para finalis dan pemenang ajang MasterChef Indonesia untuk berbagi pengalaman serta perjalanan gastronomi mereka.
Makna Dari Pertemuan Rasa, Orang-orang dan Budaya
Mulai dari chef berbintang Michelin dan talenta kuliner Indonesia, hingga mahasiswa, trainer, restoran, fotografer, dan pecinta kuliner, Rendez-vous Rasa 2026 menyatukan seluruh ekosistem gastronomi dalam sebuah perayaan bersama.
Inisiatif ini mencerminkan keyakinan bahwa gastronomi bisa jauh lebih dari sekadar hidangan yang disajikan di atas piring. Gastronomi dapat menciptakan peluang untuk pertukaran profesional, mewariskan pengetahuan dari satu generasi ke generasi berikutnya, mendorong kreativitas, serta membantu orang-orang menemukan budaya lain melalui salah satu pengalaman manusia yang paling universal: berbagi hidangan.
Melalui Rendez-vous Rasa: France-Indonesia Gastronomy Week 2026, Prancis dan Indonesia mengundang semua orang untuk turut serta dalam pertemuan ini: mencicipi cita rasa Prancis, menjelajahi kreativitas kuliner Indonesia, bertemu dengan orang-orang di balik hidangan tersebut – dan berbagi pengalaman./
Seluruh jadwal dan informasi rinci seputar perhelatan Rendez-vous Rasa 2026 dapat diakses melalui situs resmi www.rendezvousrasa.com.

