Indramayu, Detik Sbs – Wajah baru SDN 2 Cantigi Wetan mulai dipersiapkan. Tak sekadar mempercantik bangunan, program revitalisasi dengan nilai anggaran mencapai Rp1.013.262.796 tersebut menyasar sejumlah fasilitas penting yang selama ini menjadi penunjang aktivitas belajar mengajar.
Pekerjaan revitalisasi dilakukan melalui mekanisme swakelola dengan fokus utama pada pembenahan fasilitas sekolah, mulai dari enam ruang kelas hingga sejumlah sarana pendukung lainnya.
Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya sekolah menghadirkan lingkungan pendidikan yang lebih aman, nyaman, sekaligus representatif bagi para siswa.
Kepala UPTD SDN 2 Cantigi Wetan, Sujana, S.Pd., mengatakan pembenahan infrastruktur sekolah memiliki peran penting dalam mendukung proses pendidikan.
Menurutnya, kondisi fasilitas yang baik akan memberikan rasa nyaman kepada siswa maupun tenaga pendidik saat menjalankan aktivitas di lingkungan sekolah.
“Kami ingin anak-anak mendapatkan tempat belajar yang aman dan nyaman. Karena itu, pembenahan fasilitas ini bukan hanya soal bangunan, tetapi juga bagian dari upaya kami meningkatkan kualitas lingkungan pendidikan di sekolah,” ujar Sujana, Kamis /01/10/2026.
Di lapangan, pekerjaan revitalisasi mencakup rehabilitasi enam ruang kelas dan empat toilet. Sejumlah bagian bangunan juga mendapatkan pembaruan, di antaranya atap menggunakan genteng metal, plafon PVC, serta lantai dengan material granit.
Tak hanya ruang dalam bangunan, pembenahan juga menyentuh halaman sekolah yang dikerjakan melalui cor betonisasi.
Salah seorang pekerja, membenarkan sejumlah pekerjaan tersebut tengah dilakukan.
“Yang dikerjakan ada enam ruang kelas dan empat toilet. Kemudian atap diganti dengan genteng metal, plafon menggunakan PVC, lantainya granit, dan halaman sekolah juga dilakukan pengecoran. Pekerjanya sekitar 10 orang,” katanya
Dengan nilai anggaran lebih dari Rp1 miliar, pengelolaan kegiatan dilakukan menggunakan mekanisme swakelola. Pihak sekolah bersama tim pembangunan dan unsur teknis terlibat dalam proses pelaksanaan pekerjaan.
Kepala Sekolah Sujana menegaskan, pihaknya berupaya memastikan pelaksanaan kegiatan berjalan terbuka dan tetap memperhatikan ketentuan teknis.
“Kami tentu memegang amanah ini dengan penuh tanggung jawab. Bersama tim perencana teknis dan konsultan, kami terus memastikan pekerjaan dilaksanakan sesuai perencanaan dan standar teknis yang ada,” tegasnya.
Ia menambahkan, setiap tahapan pekerjaan diarahkan agar anggaran yang tersedia benar-benar memberikan hasil nyata bagi peningkatan fasilitas pendidikan.
“Yang paling penting bagi kami adalah hasil akhirnya. Fasilitas yang dibangun harus kokoh, aman, dan benar-benar bisa dimanfaatkan anak-anak untuk mendukung kegiatan belajar mereka,” sambung Kepala Sekolah Sujana Spd.
Program revitalisasi dikerjakan melalui mekanisme swakelola oleh P2SP (Panitia Pembangunan Satuan Pendidikan), dengan melibatkan pihak sekolah serta unsur teknis dalam proses pelaksanaan dan pengawasan pekerjaan di lapangan.
P2SP bersama pihak sekolah dan unsur teknis berperan dalam mengawal tahapan pekerjaan agar pelaksanaan revitalisasi dapat berjalan sesuai dengan perencanaan dan kebutuhan sekolah.
Dengan dukungan komite, tim pembangunan, pekerja, serta pengawasan teknis, pembenahan SDN 2 Cantigi Wetan diharapkan tidak berhenti pada perubahan fisik semata, tetapi mampu memberikan dampak langsung terhadap kenyamanan dan kualitas proses pembelajaran.
Proses revitalisasi tersebut diharapkan dapat selesai sesuai target dan menghasilkan fasilitas pendidikan yang lebih layak bagi warga sekolah.
( Maman )

