Top 5 This Week

Related Posts

Kuwu Suparno Naik Kuda, Sedekah Bumi Desa Cemara Meriah, Sandiwara Siap Hibur Warga

Indramayu, Detik sbs– Tradisi Sedekah Bumi bukan sekadar ritual turun-temurun, tetapi juga menjadi simbol rasa syukur, kebersamaan, dan kecintaan masyarakat terhadap warisan budaya leluhur. Suasana meriah dan penuh antusiasme mewarnai pelaksanaan Sedekah Bumi di blok  karanguyah Desa Cemara, Kecamatan Cantigi, Kabupaten Indramayu, Selasa /27/10/2026.

Kemeriahan semakin terasa ketika Kuwu Desa Cemara, Suparno, yang akrab disapa Itip turut hadir dan memeriahkan kegiatan dengan menaiki kuda. Kehadirannya menjadi bentuk dukungan pemerintah desa terhadap pelestarian tradisi dan budaya lokal yang masih dijaga oleh masyarakat.

Sedekah Bumi merupakan tradisi yang memiliki makna penting bagi kehidupan warga. Selain sebagai ungkapan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas limpahan rezeki dan hasil bumi, kegiatan ini juga menjadi momentum mempererat tali silaturahmi, menjaga kerukunan, serta memperkuat semangat gotong royong.

Antusiasme masyarakat dalam mengikuti kegiatan tersebut menunjukkan bahwa tradisi leluhur masih memiliki tempat istimewa di tengah perkembangan zaman.

Kuwu Suparno atau yang akrab disapa Ipit menyampaikan bahwa Sedekah Bumi harus terus dipertahankan sebagai bagian dari identitas dan kekayaan budaya masyarakat Desa Cemara.

“Tradisi Sedekah Bumi ini bukan hanya sebagai bentuk rasa syukur kepada Allah SWT, tetapi juga menjadi sarana mempererat silaturahmi dan menjaga kekompakan masyarakat. Saya berharap tradisi ini terus dilestarikan agar generasi muda mengenal dan mencintai budaya warisan para leluhur,” ungkapnya.

Ia juga berharap seluruh masyarakat dapat terus menjaga kebersamaan dan berpartisipasi dalam kegiatan desa, sehingga suasana rukun, damai, dan penuh kekeluargaan tetap terpelihara.

Tidak hanya menghadirkan kemeriahan melalui rangkaian tradisi Sedekah Bumi, masyarakat Desa Cemara juga akan disuguhkan hiburan berupa pertunjukan sandiwara Bina Remaja Indah ( BRI ) pada hari berikutnya, Rabu (28/10/2026).

Pertunjukan sandiwara tersebut diharapkan menjadi hiburan bagi masyarakat sekaligus menambah semarak rangkaian perayaan Sedekah Bumi. Kehadiran hiburan tradisional ini juga menjadi salah satu cara untuk menjaga kesenian daerah agar tetap dikenal dan diminati oleh berbagai kalangan.

Warga pun diharapkan dapat menikmati rangkaian kegiatan dengan penuh kegembiraan, sekaligus menjadikan momentum tersebut sebagai ajang berkumpul dan mempererat persaudaraan.

Melalui pelaksanaan Sedekah Bumi yang disertai hiburan rakyat, Desa Cemara tidak hanya merawat tradisi leluhur, tetapi juga memperkuat nilai kebersamaan dan kecintaan terhadap budaya daerah.

Dengan dukungan pemerintah desa dan partisipasi masyarakat, tradisi Sedekah Bumi diharapkan terus lestari serta menjadi warisan budaya yang membanggakan bagi generasi mendatang.
( Maman )

Popular Articles