Karhutla Kalimantan Makin Meluas, Kabut Asap Tersebar Hingga ke Malaysia
Karya: Riffat Ragiz Ukaro — SMA Taruna Nusantara
Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terus melanda sejumlah wilayah Kalimantan sejak Juli 2026 dan semakin meluas pada Agustus 2026. Peningkatan titik panas di daerah rawan terbakar menyebabkan api semakin berkembang, sementara kabut asap yang dihasilkan telah menyebar hingga melintasi batas negara dan berdampak ke wilayah Sarawak, Malaysia.
Kondisi ini menimbulkan dampak serius bagi lingkungan maupun masyarakat. Kabut asap yang menyebar menurunkan kualitas udara dan membatasi jarak pandang, sehingga menghambat aktivitas harian serta kelancaran transportasi. Gangguan kesehatan juga mengancam masyarakat, terutama kelompok rentan seperti anak-anak dan penderita gangguan pernapasan.
Kegiatan pendidikan pun ikut terdampak. Pada 21 Agustus 2026, tercatat sebanyak 591 sekolah di Sarawak, Malaysia terpaksa ditutup sementara karena kualitas udara yang memburuk — mencakup 509 sekolah dasar dan 82 sekolah menengah, dengan sekitar 197.323 siswa yang terdampak.
Pemerintah telah berupaya menangani situasi ini dengan berbagai langkah: menyiapkan sumber air termasuk sumur bor di wilayah prioritas, melakukan operasi modifikasi cuaca untuk memicu turunnya hujan, serta mengerahkan 12.880 personel gabungan yang terdiri dari Manggala Agni, TNI, Polri, BPBD, pemerintah daerah, relawan, dan masyarakat.
Upaya pencegahan dan penanggulangan tidak boleh berhenti di situ. Pemerintah dan masyarakat perlu terus memperkuat kerja sama, tidak hanya bertindak saat kebakaran sudah terjadi, tetapi juga rutin melakukan pemantauan titik panas dan edukasi kepada masyarakat agar karhutla dapat dicegah sejak dini.
Biodata Penulis:
– Nama Lengkap: Riffat Ragiz Ukaro
– Tempat, Tanggal Lahir: Palembang, 22 Desember 2010
– Alamat: SMA Taruna Nusantara, Jalan Raya Purworejo-Magelang KM 5, Desa Banyurojo, Kecamatan Mertoyudan, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah
– Kontak: 085609611239 | riffatnew@gmail.com
– Pendidikan: SMA Taruna Nusantara

