Top 5 This Week

Related Posts

Kelompok Tani Desa Sumber Mulya Haurgeulis Mengeluh, Sawah Tadah Hujan Mulai Dilanda Kekeringan

Indramayu, Detik sbs — Musim kemarau yang datang lebih awal membuat petani di Desa Sumber Mulya, Kecamatan Haurgeulis, Kabupaten Indramayu mulai khawatir. Lahan sawah tadah hujan milik anggota Kelompok Tani Desa Sumber Mulya saat ini mulai retak dan kekurangan air.
Para petani mengaku belum berani mengolah lahan karena tidak ada kepastian sumber air.

“Sudah hampir 2 bulan ini tidak hujan. Sawah kami yang tadah hujan sudah pecah-pecah. Kalau dipaksa tanam sekarang, nanti bibitnya mati. Rugi di ongkos bajak sama benih,” ujar Udin , anggota Kelompok Tani Desa Sumber Mulya, Sabtu 11/06/2026.

Ketua Kelompok Tani (Poktan)Desa Sumber Mulya Sukasno mengatakan, dari total + 750 Ha lahan tadah hujan di desa tersebut, sekitar 40% saat ini kondisinya kering.

“Biasanya bulan April-Mei kami sudah mulai tanam. Tahun ini terpaksa nunggu hujan. Kalau kemarau panjang, kami gagal tanam,’ jelasnya.

Para petani berharap ada bantuan dari pemerintah.

“Kami minta tolong ada bantuan pompa air atau pipanisasi. Kalau tidak, kami mau tanam palawija saja biar tidak gagal total?’ pungkasnya.

Penyuluh Pertanian Lapangan PPL Kecamatan Haurgeulis Dedi Setiadi membenarkan kondisi tersebut.

“Kami sudah mendata dan melaporkan ke Dinas Pertanian. Untuk sementara kami sarankan petani menunda tanam padi dan beralih ke jagung atau kacang tanah yang lebih tahan kering”’ ujarnya.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Indramayu Drs. H. Sugeng Heryanto M.Si. menyatakan pihaknya sedang melakukan pendataan lahan terdampak kekeringan di seluruh Indramyu.

“Nanti akan kami usulkan bantuan mesin pompa dan alat pertanian ke pemerintah pusat,’ katanya.

BMKG memperkirakan puncak musim kemarau di wilayah Indramayu terjadi pada Juli-Agustus 2026. Petani diimbau mengikuti anjuran tanam dari PPL setempat.
( Maman )

Popular Articles