Indramayu, Detik sbs – Muktamar Nahdlatul Ulama (NU) menjadi momentum penting bagi warga nahdliyin untuk mempererat silaturahmi sekaligus menyampaikan aspirasi dari berbagai daerah. Semangat tersebut turut ditunjukkan Aliansi Santri Gusdur Kabupaten Indramayu yang mengirimkan rombongan santri dan alumni pesantren untuk mengikuti Muktamar NU ke-35 di Tambakberas, Jombang, Jawa Timur.

Sebanyak 50 santri dan alumni pesantren dari sejumlah wilayah di Kabupaten Indramayu diberangkatkan menggunakan satu bus.Pelepasan rombongan berlangsung di Sekretariat PCNU Kabupaten Indramayu.
Rabu/08/2026.
Ketua Aliansi Santri Gusdur Indramayu, Muhammad Sholihin, melalui H. Jured mengatakan, keberangkatan tersebut bukan sekadar untuk menghadiri kegiatan Muktamar NU, tetapi juga menjadi bagian dari upaya membawa aspirasi para santri Indramayu.
“Keberangkatan ini adalah wujud cinta kami kepada NU dan kepada ajaran Gus Dur. Kami datang ke Muktamar bukan hanya hadir, tetapi juga membawa aspirasi santri Indramayu,” ujarnya.
Dalam acara pelepasan itu, Aliansi Santri Gusdur Indramayu sekaligus menyampaikan deklarasi dukungan kepada KH. Said Aqil Sirad dan Gus Yusuf Chudorli
Menurut mereka, dukungan tersebut diberikan karena keduanya dinilai memiliki komitmen dalam menjaga nilai-nilai keislaman, merawat kebangsaan, memperkuat pesantren, serta meneruskan semangat perjuangan Gus Dur.
“Beliau berdua adalah teladan kami. Konsisten membela wong cilik, menjaga NU dari kepentingan politik praktis, dan menguatkan peran pesantren. Itu yang kami dukung,” tegas H. Jured.

Ia menjelaskan, rombongan akan mengikuti berbagai rangkaian agenda Muktamar NU ke-35 yang dijadwalkan berlangsung mulai Kamis (27/08/2026) hingga acara penutupan.
Untuk menjaga keamanan dan kenyamanan peserta selama perjalanan, panitia telah menyiapkan kebutuhan logistik serta tim medis yang akan mendampingi rombongan.
H. Jured berharap keikutsertaan para santri Indramayu dalam Muktamar dapat menjadi sarana memperluas silaturahmi dengan santri dari berbagai daerah di Indonesia.
Selain itu, kegiatan tersebut diharapkan mampu menumbuhkan kembali semangat pemikiran dan perjuangan Gus Dur, khususnya di kalangan generasi muda NU, sekaligus mendorong santri agar tetap aktif menyuarakan kepentingan masyarakat dan menjaga nilai kebangsaan.
( Maman )
