Top 5 This Week

Related Posts

Rehab Gedung PWRI Indramayu Disorot, Penggunaan Material Lama dan Pengawasan Dipertanyakan

Indramayu, Detik sbs– Pelaksanaan proyek rehabilitasi berat Gedung Persatuan Wredatama Republik Indonesia (PWRI) Kabupaten Indramayu tahun anggaran 2026 menjadi sorotan. Proyek yang dibiayai melalui APBD Kabupaten Indramayu tersebut diduga kurang optimal dalam pengawasan, menyusul temuan penggunaan kembali sejumlah material bekas pada bangunan yang sedang direhabilitasi.

Berdasarkan hasil pemantauan di lokasi, beberapa bagian material lama masih terlihat digunakan kembali, di antaranya kusen bangunan yang dipasang ulang dalam pekerjaan rehabilitasi tersebut. Kondisi ini menimbulkan pertanyaan terkait kesesuaian pekerjaan dengan perencanaan teknis yang telah ditetapkan.

Proyek rehabilitasi gedung PWRI itu memiliki nilai kontrak sebesar Rp397.125.000 dan dikerjakan oleh CV Arjuna Panca Perkasa yang beralamat di Blok Harendong RT 24 RW 09, Kecamatan Kroya, Kabupaten Indramayu. Pekerjaan dilaksanakan selama 120 hari kalender dan ditargetkan selesai pada 14 September 2026.

Saat ini, progres pekerjaan yang terlihat di lapangan meliputi pemasangan granit lantai bangunan serta pembangunan pagar pembatas di sisi selatan area gedung.

Ketua PWRI Kabupaten Indramayu, H. Sudiyono, saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon pada Rabu /17/06/2026, membenarkan adanya kegiatan rehabilitasi berat tersebut. Namun, ia mengaku belum menerima dokumen Rencana Anggaran Biaya (RAB) proyek sehingga belum mengetahui secara rinci spesifikasi pekerjaan yang dilaksanakan.

“Sampai saat ini saya belum menerima RAB-nya, jadi saya tidak mengetahui secara detail seperti apa pekerjaan yang dilakukan. Untuk pengawasan, setahu saya merupakan kewenangan dari pihak Dinas Pekerjaan Umum karena ada tim yang menangani hal tersebut,” ujarnya.

Meski demikian, H. Sudiyono berharap rehabilitasi gedung tersebut dapat menghasilkan fasilitas yang lebih representatif bagi para pensiunan yang tergabung dalam PWRI Kabupaten Indramayu.

Menurutnya,keberadaan gedung yang layak akan mendukung berbagai kegiatan organisasi sekaligus memberikan manfaat yang lebih besar bagi seluruh anggota.

“Harapan kami tentu gedung ini nantinya dapat dimanfaatkan secara maksimal untuk kegiatan para pensiunan. Selain lebih nyaman dan representatif, kualitas bangunannya juga harus baik agar dapat digunakan dalam jangka waktu yang lama,” katanya.

Sementara itu, hingga berita ini disusun, pihak pelaksana proyek maupun pengawas pekerjaan belum memberikan keterangan resmi terkait penggunaan material lama yang ditemukan di lokasi maupun pelaksanaan pengawasan proyek tersebut.
( Maman )

Popular Articles