BAYUNG LENCIR, 16 FEBRUARI 2026 – Kondisi SD Negeri Kelas Jauh Muara Medak sangat memprihatinkan. Bangunan kayu yang menjadi tempat belajar 112 siswa dan 6 guru sudah kropos parah dan berisiko runtuh. Keselamatan anak-anak serta pendidik kita harus menjadi prioritas utama.
Permasalahan kondisi sekolah ini bukan hal baru. Setelah menemukan kondisi yang memprihatinkan, media massa telah melaporkan langsung ke Dinas Pendidikan Kecamatan hingga Dinas Pendidikan Kabupaten Musi Banyuasin, namun sampai saat ini belum ada tindakan apapun yang dilakukan. Bahkan sebelumnya, Umaryono dari media massa pernah melakukan wawancara terkait sekolah tersebut, di mana pihak dinas menyampaikan bahwa akan segera melakukan kunjungan lapangan. Namun janji tersebut tidak terealisasi, dan sampai saat ini tidak ada tindakan atau langkah konkret yang diambil dari dinas terkait.
Dinas Pendidikan Kabupaten Musi Banyuasin dan Pemerintah Kabupaten harus segera mengambil langkah konkret untuk membangun ulang sekolah ini. Orang tua murid sangat khawatir dengan kondisi sekolah yang tidak layak ini.
“Kami tidak bisa terus melihat anak-anak kami belajar di tempat yang berbahaya. Jika ada yang terluka atau lebih parah lagi, siapa yang akan bertanggung jawab?” ujar perwakilan orang tua murid.
Masyarakat juga mempertanyakan penggunaan dana BOS (Bantuan Operasional Sekolah) yang seharusnya digunakan untuk meningkatkan kualitas pendidikan, namun ternyata tidak digunakan untuk memperbaiki kondisi sekolah yang memprihatinkan ini.
“Kami meminta agar Kepala Sekolah dan Dinas Pendidikan terkait di audit untuk mempertanggungjawabkan penggunaan dana BOS di SD Negeri Kelas Jauh Muara Medak dan kemungkinan banyak sekolah-sekolah serupa di desa-desa lain yang belum tersorot kamera dan mengalami kondisi yang sama,” ujar Umaryono dari media massa.
Intansi yang berwenang untuk melakukan audit terkait kasus ini meliputi Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Perwakilan Provinsi Sumatera Selatan, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) atau Satgas Anti-Korupsi Kabupaten Musi Banyuasin, Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Selatan, serta Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP).
Umaryono dari media massa akan terus memantau perkembangan kasus ini. Jika tidak ada tindakan konkrit dari pihak terkait dalam waktu yang wajar, akan dilakukan pelaporan langsung ke intansi audit dan penegak hukum yang berwenang untuk menuntut pertanggungjawaban penuh.
Masyarakat menginginkan:
1. Pemeriksaan langsung dan segera dari Dinas Pendidikan dan pemerintah kabupaten ke lokasi sekolah.
2. Penetapan anggaran serta rencana pembangunan ulang sekolah dalam waktu tercepat mungkin.
3. Pengumuman terbuka terkait jadwal pelaksanaan pembangunan agar masyarakat bisa memantau.
4. Audit penggunaan dana BOS di SD Negeri Kelas Jauh Muara Medak dan sekolah-sekolah lain di desa-desa.
Pendidikan adalah hak dasar setiap anak Indonesia, dan pemerintah memiliki kewajiban untuk menyediakan fasilitas yang aman dan nyaman. Tidak ada alasan lagi untuk menunda! 😊

