Top 5 This Week

Related Posts

SOFT LAUNCHING BUKU “SANTRI DI HADAPAN KEKUASAAN” Karya Achmad Nursani

SOFT LAUNCHING BUKU “SANTRI DI HADAPAN KEKUASAAN” Karya Achmad Nursani

Ketika Nurani Pesantren Berhadapan dengan Retaknya Janji Rezim Pemerintahan

Magelang, 23 Oktober 2026 – PT NASANI dengan bangga mengumumkan peluncuran buku terbaru karya Achmad Nursani berjudul “Santri di Hadapan Kekuasaan – Ketika Nurani Pesantren Berhadapan dengan Retaknya Janji Rezim Pemerintahan”.

Buku ini lahir dari kegelisahan mendalam terhadap hubungan antara moralitas, agama, pendidikan, dan praktik kekuasaan di Indonesia hari ini.

Buku ini menggambarkan dengan kuat posisi santri hari ini: Seorang santri dengan sorban hijau berdiri di antara dua dunia — di sisi kiri adalah pesantren yang sederhana, teduh, dan penuh nilai keikhlasan, dan di sisi kanan adalah gedung kekuasaan yang retak, dengan bayangan para penguasa di dalamnya.

Sesuai dengan yang tertulis di belakang buku:

Ketika nilai-nilai luhur pesantren bertemu dengan kerasnya realitas kekuasaan, lahirlah pertanyaan: ke mana arah negeri ini?

Buku ini mengupas secara kritis dan reflektif hubungan antara santri, pesantren, agama, pendidikan, dan kekuasaan dalam konteks kehidupan berbangsa dan bernegara. Melalui narasi yang jujur, mendalam, dan menyentuh, buku ini menggambarkan bagaimana nurani pesantren kerap diuji ketika berhadapan dengan retaknya janji-janji rezim pemerintahan.

Dari ruang-ruang sederhana pesantren hingga hingar-bingar panggung politik, buku ini mengajak pembaca menelusuri berbagai dilema, harapan, dan kegelisahan, sekaligus menemukan kembali makna keikhlasan, keberanian moral, dan peran strategis pesantren dalam menjaga integritas bangsa.

Sebuah refleksi penting bagi siapa pun yang peduli pada masa depan moralitas, agama, dan pendidikan di negeri ini.

Buku ini adalah lanjutan logis dari Seruan Revolusi Total Hari Santri 2026. Jika di flyer Hari Santri kita menyerukan Revolusi Kesadaran, Radikalisme Pemikiran, dan Transformasi Struktural, maka di buku ini semua kegelisahan itu dibedah secara utuh dan sistematis.

Buku ini menegaskan bahwa santri tidak boleh menjadi alat legitimasi kekuasaan. Pesantren harus melahirkan manusia merdeka yang berani mengoreksi kekuasaan, bukan sekadar mengamini kepentingan.

“Buku ini wajib dibaca oleh santri, akademisi, aktivis, pendidik, dan seluruh warga negara yang masih percaya bahwa moralitas dan agama harus menjadi kompas kekuasaan, bukan sekadar hiasan”. (Seruan Neng Agung Santika, Komisaris PT Nasani mengajak umat)

Untuk informasi pre-order, bedah buku, dan wawancara penulis, silakan hubungi:

Kontak Media:

Nasani Publishing

Phone :

+62877 2555 5758

IG : PT.Nasani

TT : Nasani.Official

Email : pt.nasani.mgl@gmail.com

Nasani
Nasani
Nasa jurnalis di PT Nasani ia adalah sosok perempuan yang kritis, aktif, energik & penuh dengan inspirasi. Hadir di setiap moment merupakan passionnya, karena memory itu penting untuk dikenang dan diabadikan maka dengan membuat pers release dari setiap story, kejadian dalam perjalanan PT Nasani dan sekitarnya ini penting supaya bisa menginspirasi pihak yang bersinergi dan berkolaborasi.

Popular Articles