Indramayu, Detik.sbs– Pelantikan kuwu terpilih definitif di Kabupaten Indramayu yang digelar di Pendopo Indramayu, berlangsung khidmat sekaligus menyisakan suasana duka mendalam. Momen tersebut menjadi berbeda ketika nama almarhumah Hj. Tarsitem, Kuwu terpilih Desa Sukasari, Kecamatan Arahan, disebut dalam rangkaian acara.Pada Kamis ( 12/02/2026 )
Hj. Tarsitem sebelumnya meraih suara terbanyak dalam pemilihan kuwu Desa Sukasari. Namun, sebelum sempat dilantik dan menjalankan amanah masyarakat, ia wafat. Dalam prosesi pelantikan, keluarga hadir mewakili, dengan sebuah foto almarhumah yang diletakkan dan dipeluk penuh haru oleh putrinya, Rahma.
Suasana ruangan seketika hening saat namanya diumumkan. Sejumlah tamu undangan menundukkan kepala, sementara lainnya tampak menyeka air mata. Rahma terlihat tegar meski matanya lembab, memeluk erat bingkai foto sang ibu. Beberapa kali ia menunduk menahan tangis, sementara seorang kerabat di sampingnya berusaha menenangkan.
Di sisi lain, suami almarhumah juga hadir dengan raut wajah yang menyiratkan kehilangan mendalam.
Di mata masyarakat Desa Sukasari, Almarhumah Hj. Tarsitem dikenal sebagai pribadi yang ramah dan dekat dengan warga. Ia aktif dalam berbagai kegiatan sosial kemasyarakatan.
Kemenangannya dalam pemilihan kuwu sempat menjadi harapan baru bagi peningkatan pembangunan dan pelayanan desa.
Namun takdir berkata lain. Amanah yang telah dipercayakan masyarakat belum sempat diwujudkan dalam bentuk pengabdian resmi.
Kemenangan tersebut kini menjadi kenangan terakhir dari perjuangannya dalam kontestasi demokrasi desa.
Bupati Indramayu, Lucky Hakim, turut menyampaikan belasungkawa atas wafatnya Hj. Tarsitem serta memberikan penghormatan atas dedikasinya.
“Kami turut berduka cita yang sedalam-dalamnya. Semoga almarhumah mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT, dan keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan,” ujar Lucky Hakim dalam sambutannya.
Ia juga mengapresiasi pelaksanaan demokrasi di Desa Sukasari yang berjalan tertib dan damai.
( Maman )
