Top 5 This Week

Related Posts

Tangis Perpisahan dan Peluk Harapan Warnai Pelepasan Siswa Kelas 6 SDN 2 Rancahan

Indramayu, Detik sbs – Senyum bahagia bercampur air mata haru mewarnai Aula SD Negeri 2 Rancahan, Kecamatan Gabuswetan, Kabupaten Indramayu. Di ruangan yang selama ini menjadi saksi berbagai kegiatan sekolah, puluhan siswa kelas 6 untuk terakhir kalinya berkumpul sebagai murid sekolah dasar sebelum melangkah menuju jenjang pendidikan yang lebih tinggi.
Pada Rabu/24/06/2026.

Suasana penuh kehangatan itu terasa sejak awal acara pelepasan dan perpisahan siswa kelas 6 dimulai. Para guru, orang tua, dan siswa duduk berdampingan menyaksikan momen yang menjadi penanda berakhirnya perjalanan enam tahun menuntut ilmu di bangku sekolah dasar.

Acara diawali dengan pembukaan, pembacaan ayat suci Al-Qur’an, menyanyikan lagu Indonesia Raya, serta berbagai penampilan seni yang dipersembahkan para siswa. Tepuk tangan dan senyum bangga dari para orang tua mengiringi setiap penampilan yang menjadi kenangan terakhir anak-anak mereka di sekolah tersebut.

Kepala SD Negeri 2 Rancahan, Muhammad Yunus, M.Pd., dalam sambutannya menyampaikan rasa bangga atas keberhasilan para siswa yang telah menyelesaikan pendidikan dasar dengan baik. Ia mengapresiasi perjuangan dan semangat belajar yang telah ditunjukkan selama enam tahun terakhir.

Menurutnya, kelulusan bukanlah garis akhir, melainkan gerbang awal menuju perjalanan yang lebih panjang dalam mengejar ilmu dan cita-cita.

“Ini bukan akhir, melainkan awal bagi kalian untuk terus meningkatkan prestasi dan semangat belajar. Harapannya, cita-cita yang kalian impikan dapat terwujud sesuai dengan minat dan bakat masing-masing,” ujar Muhammad Yunus.

Ia juga berpesan agar para siswa terus membiasakan diri membaca, belajar, dan memperluas wawasan. Sebab, ilmu pengetahuan akan menjadi bekal penting dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan di masa mendatang.

Dalam kesempatan tersebut, Muhammad Yunus juga menyampaikan permohonan maaf mewakili seluruh dewan guru apabila selama proses pendidikan terdapat sikap, perkataan, maupun tindakan yang kurang berkenan di hati siswa maupun orang tua.

Ucapan itu semakin menambah suasana emosional yang telah menyelimuti ruangan sejak awal acara.
Puncak haru terjadi saat prosesi pelepasan atribut sekolah dasar dan sungkeman kepada orang tua serta guru. Satu per satu siswa menghampiri orang tua mereka, menundukkan kepala, memohon doa dan restu, lalu memeluk erat sosok yang selama ini mendampingi perjalanan mereka.

Tak sedikit siswa yang menitikkan air mata. Bahkan beberapa orang tua dan guru terlihat ikut larut dalam suasana, mengenang perjalanan panjang yang telah dilalui bersama anak-anak tersebut.

Di balik tangis yang pecah siang itu, tersimpan rasa syukur dan kebanggaan. Enam tahun lalu mereka datang sebagai anak-anak kecil yang baru belajar membaca dan menulis. Kini mereka berdiri lebih dewasa, siap melanjutkan pendidikan dan menatap masa depan yang lebih luas.

Acara kemudian ditutup dengan doa bersama sebagai ungkapan syukur atas kelulusan siswa kelas 6. Doa-doa dipanjatkan agar para lulusan diberikan kemudahan dalam melanjutkan pendidikan, menjadi pribadi yang berakhlak baik, serta mampu meraih cita-cita yang mereka impikan.

Bagi SD Negeri 2 Rancahan, perpisahan ini bukan sekadar seremoni tahunan. Ia adalah kisah tentang perjuangan, kasih sayang, pengorbanan, dan harapan yang akan terus hidup dalam kenangan para siswa, guru, dan orang tua.
Sebab setiap perpisahan sejatinya bukan tentang berakhirnya kebersamaan, melainkan tentang langkah baru menuju masa depan yang lebih cerah.
( Maman )

Popular Articles