Indramayu, Detik sbs – Kondisi rumah Rusnita, seorang warga lanjut usia di Desa Rambatan Kulon, Kecamatan Lohbener, Kabupaten Indramayu, mendapat perhatian setelah kondisinya nyaris tidak layak untuk dihuni.
Rumah tersebut terlihat memprihatinkan. Sejumlah bagian dinding mengalami kerusakan dengan plester yang mengelupas. Lantainya masih berupa tanah, sementara bagian atas rumah belum dilengkapi plafon. Kondisi kamar mandi juga jauh dari layak karena belum memiliki pintu. Tempat tidur yang digunakan Rusnita pun tampak sederhana.
Kondisi tersebut menjadi perhatian Bupati Indramayu Lucky Hakim saat meninjau langsung kediaman Rusnita, Kamis /13/08/2026.
Pemerintah Kabupaten Indramayu menargetkan sebanyak 2.200 Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) dapat direnovasi sepanjang tahun ini. Setiap rumah diproyeksikan memperoleh anggaran sekitar Rp20 juta untuk kebutuhan perbaikan.
Saat melihat kondisi rumah Rusnita, Lucky meminta agar proses perbaikan segera dilakukan.
“Dalam waktu dekat rumahnya juga kita benerin ya, Bu,” ujar Lucky.
Selain rencana renovasi rumah, Rusnita juga menerima bantuan berupa kasur dan sembako dari Dinas Sosial bersama Baznas Kabupaten Indramayu.
Bagi Rusnita, bantuan tersebut menjadi kabar yang sangat berarti. Ia mengaku sudah lama berharap rumahnya dapat diperbaiki, namun keterbatasan ekonomi membuat keinginan tersebut belum terwujud.
“Alhamdulillah, semoga berkah. Terima kasih bantuannya,” kata Rusnita.
Program Rutilahu diharapkan tidak hanya memperbaiki kondisi fisik bangunan, tetapi juga memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat yang selama ini tinggal di rumah dengan kondisi kurang layak.
Dengan adanya perbaikan tersebut, Rusnita berharap dapat menjalani hari-harinya di rumah yang lebih aman, nyaman dan manusiawi.
( Maman )

