Nias Selatan//detik sbs – Tugas jurnalistik untuk meliput kondisi cuaca ekstrem di sejumlah wilayah Kabupaten Nias Selatan berubah menjadi pengalaman menegangkan bagi Alisama Zebua, diketahui sebagai wartawan kitakininews.co.id yang juga menjabat sebagai Kepala Perwakilan Wilayah (Kaprewil) se-Kepulauan Nias.
Alisama yang akrab disapa Gali-Gali terseret derasnya arus banjir bandang ketika berada di sekitar Jembatan Loho, Kecamatan Fanayama, Senin (7/9/2026) siang. Ia bahkan harus bertahan hampir dua jam di tengah derasnya arus sebelum akhirnya berhasil mendapatkan pertolongan dari warga sekitar dan BPBD Nias Selatan.
Kepada wartawan saat ditemui di Klinik Pratama Glendo, Simpang Loho, Kecamatan Fanayama, Selasa (8/9/2026), Gali-Gali menceritakan kembali detik-detik menegangkan yang dialaminya.
Menurut dia, ketika melintas di sekitar Jembatan Loho, kondisi banjir pada awalnya masih terlihat memungkinkan untuk dilewati. Namun, keadaan berubah sangat cepat. Luapan air tiba-tiba membesar disertai arus deras.
“Saat banjir bandang itu awalnya masih bisa dilalui. Saya sedikit terkendala dengan mobil yang ada di depan saya. Tiba-tiba air meluap sangat cepat dengan arus yang begitu deras,” ujar Gali-Gali.
Dalam situasi tersebut, Gali-Gali menyadari bahwa mempertahankan sepeda motornya justru dapat membahayakan keselamatan. Ia kemudian melepaskan sepeda motor dan berusaha menyelamatkan diri dari terjangan arus.
Tubuhnya sempat terbawa arus. Dalam kondisi tersebut, ia kemudian berupaya mencari sesuatu yang dapat dijadikan pegangan. Hingga akhirnya, tangannya berhasil meraih batang pohon kelapa yang berada di sekitar lokasi.
Batang pohon tersebut menjadi satu-satunya pegangan yang membuatnya mampu bertahan menghadapi derasnya aliran air.
Gali-Gali menyebut dirinya bertahan dengan berpegangan pada pohon tersebut selama hampir dua jam sambil menunggu pertolongan datang.
“Saya bertahan di batang pohon kelapa tersebut hampir dua jam sampai akhirnya pertolongan datang,” tuturnya.
Di tengah situasi tersebut, sejumlah barang miliknya tidak berhasil diselamatkan selain sepeda motor. Sementara telepon seluler, beberapa kartu ATM, serta sejumlah uang miliknya ikut terseret derasnya arus banjir yang hingga Selasa (8/9/2026), barang-barang tersebut belum ditemukan.
Beruntung, setelah hampir dua jam bertahan dalam kondisi tersebut, tim gabungan bersama warga akhirnya berhasil mencapai lokasi dan melakukan proses evakuasi terhadap Gali-Gali.
Tim Basarnas, BPBD Nias Selatan, dan warga sekitar bergerak melakukan pertolongan hingga Gali-Gali berhasil dievakuasi dalam keadaan selamat.
Ia kemudian dibawa ke Klinik Pratama Glendo untuk mendapatkan pemeriksaan dan perawatan medis.
Sehari setelah peristiwa tersebut, kondisi Gali-Gali dilaporkan sudah membaik. Ia bahkan berencana meninggalkan klinik dan kembali ke rumah pada Selasa (8/9/2026) untuk melanjutkan proses pemulihan dan perawatan.
“Saat ini kondisi saya sudah membaik. Rencananya hari ini saya akan pulang ke rumah untuk melanjutkan perawatan,” katanya.
Gali-Gali juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah memberikan pertolongan, terutama tim gabungan dan masyarakat yang berada di sekitar lokasi kejadian.
“Saya sangat berterima kasih kepada tim evakuasi, dalam hal ini Tim Basarnas maupun BPBD Nias Selatan serta warga setempat yang telah bergerak cepat untuk melakukan pertolongan,” ujarnya.
Tak hanya kepada petugas dan warga yang membantu proses evakuasi, Gali-Gali juga menyampaikan terima kasih kepada rekan-rekan media dari berbagai organisasi dan perusahaan pers yang menurutnya terus memberikan perhatian sejak dirinya mengalami musibah hingga menjalani perawatan di klinik.
“Saya juga mengucapkan terima kasih kepada rekan-rekan media dari berbagai media yang terus memberikan perhatian kepada saya, mulai dari saat kejadian sampai saya mendapatkan perawatan di klinik,” katanya.
Peristiwa tersebut dialami Gali-Gali ketika dirinya tengah menjalankan tugas jurnalistik untuk memantau dan meliput dampak cuaca ekstrem di sejumlah wilayah Nias Selatan.
Sebagai wartawan kitakininews.co.id di bawah naungan PT Kita Kini Media Perkasa, Gali-Gali menjalankan tugas peliputan di lapangan ketika kondisi cuaca dan debit air mengalami perubahan secara cepat.
Setelah mendapatkan penanganan medis dan kondisinya membaik, Gali-Gali memilih kembali ke rumah untuk menjalani perawatan lanjutan sekaligus memulihkan kondisi fisiknya setelah melalui pengalaman menegangkan selama menjalankan tugas jurnalistik.

