Indramayu, Detik sbs – Persidangan lanjutan kasus dugaan pembunuhan satu keluarga Haji Sahroni di Kelurahan Paoman, Kabupaten Indramayu, kembali menyita perhatian publik. Dalam sidang yang digelar di Pengadilan Negeri Indramayu, sebuah video yang sebelumnya viral di media sosial diputar di hadapan majelis hakim sebagai bagian dari pembuktian perkara.
Pada/Rabu/03/06/2026.
Sidang dengan agenda pemeriksaan terdakwa Ririn Rifanto berlangsung serius. Suasana ruang sidang mendadak menjadi perhatian ketika tim penasihat hukum terdakwa meminta rekaman video tersebut diputar di depan majelis hakim, jaksa penuntut umum, dan para pengunjung sidang.
Video diketahui berasal dari unggahan akun Facebook Hery Reang yang merupakan penasihat hukum keluarga korban. Rekaman yang diunggah pada 11 September 2025 itu memperlihatkan situasi saat sebuah toko di Kelurahan Paoman didatangi sejumlah orang, termasuk Ketua RT setempat serta keluarga korban.
Dalam video tampak pintu toko didobrak sebelum beberapa orang masuk ke dalam bangunan yang kemudian disebut terdakwa Priyo sebagai salah satu lokasi pembunuhan korban Budi.
Penasihat hukum terdakwa, Toni RM, menilai tayangan tersebut memiliki kaitan penting dengan fakta-fakta yang muncul selama proses persidangan.
“Dalam video itu tidak terlihat adanya temuan bercak darah. Kondisi di dalam toko juga masih tampak rapi. Yang terdengar hanya seseorang mengatakan mencium bau busuk seperti telur,” ujar Toni RM di hadapan majelis hakim.
Menurut Toni, video tersebut dapat menjadi bahan pertimbangan bagi majelis hakim dalam menilai kesesuaian antara keterangan saksi, pengakuan terdakwa, maupun alat bukti lain yang telah diajukan di persidangan.

Perkara ini kembali menjadi sorotan setelah terdakwa Priyo mengubah keterangannya dan menyebut toko tersebut sebagai salah satu lokasi tempat korban Budi diduga dibunuh.
Keterangan itu kemudian mendorong penyidik melakukan olah tempat kejadian perkara di lokasi dimaksud.
Dalam pemeriksaan yang dilakukan pada Mei 2026, tim penyidik bersama Inafis disebut menemukan bercak yang diduga darah.
Temuan tersebut kini menjadi salah satu bagian penting dalam proses pembuktian yang masih terus diuji selama persidangan berlangsung.
Bagi keluarga korban, jalannya sidang diharapkan dapat memberikan kejelasan serta kepastian hukum atas tragedi yang menimpa keluarga mereka. Sementara itu, tim penasihat hukum terdakwa menegaskan bahwa seluruh alat bukti dan keterangan yang diajukan harus diuji secara objektif demi mengungkap fakta sebenarnya.
Majelis hakim dijadwalkan masih akan melanjutkan pemeriksaan terhadap saksi maupun alat bukti lainnya guna memperoleh gambaran yang lebih utuh mengenai rangkaian peristiwa dalam perkara yang menjadi perhatian masyarakat Indramayu tersebut.
Di tengah proses hukum yang masih berjalan, pertanyaan mengenai dugaan bercak darah di lokasi yang disebut sebagai TKP kembali mencuat setelah video tersebut diputar di ruang sidang. Kepastian atas temuan tersebut kini menunggu hasil pembuktian lebih lanjut melalui proses peradilan.
( Maman )

