Top 5 This Week

Related Posts

YMH Dorong Tranpormasi Ekonomi UMKM dan Pemanfaatan Limbah dalam Kerangka Transisi Energi Berkeadilan

 

Muara Enim, 11 Juni 2026 –
MEDIA DETIK SBS.
Yayasan Mitra Hijau (YMH) melalui Program IKI–JET (Innovation Regions for a Just Energy Transition) yang didukung oleh Pemerintah Jerman menyelenggarakan kegiatan Pelatihan Pengemasan dan Label Desain serta Demonstrasi Pembuatan Eco-Enzyme dan Kertas Daur Ulang dari Limbah Rumah Tangga di Hotel The Melio Enim, Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan.
Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya penguatan kapasitas kelompok perempuan dan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dalam menghadapi proses transformasi ekonomi yang berkelanjutan sebagai bagian dari agenda Transisi Energi Berkeadilan (Just Energy Transition). Melalui kegiatan ini, peserta didorong untuk meningkatkan kualitas produk, memperkuat daya saing usaha, serta mengembangkan pemanfaatan sumber daya dan limbah rumah tangga secara produktif dan ramah lingkungan.

 

Provinsi Sumatera Selatan merupakan salah satu wilayah yang memiliki ketergantungan tinggi terhadap sektor energi fosil, khususnya pertambangan batu bara. Dalam proses transisi menuju ekonomi rendah karbon, Kabupaten Muara Enim memiliki tantangan sekaligus peluang untuk mengembangkan alternatif sumber penghidupan masyarakat, termasuk melalui penguatan sektor UMKM dan pemanfaatan potensi lokal seperti kopi dan produk turunannya.
Kegiatan ini diikuti oleh kelompok perempuan yang tergabung dalam Forum Perempuan Energi Berkeadilan Sumatera Selatan (FORBESS) wilayah Kabupaten Muara Enim yang berasal dari berbagai organisasi dan komunitas, antara lain Aisyiyah Kabupaten Muara Enim, Kelompok Jamur Tiram Bukit Mandiri, PKK Kelurahan Pasar Tanjung Enim, KUPS Perempuan Semende, Wanita Katolik Republik Indonesia (WKRI) Tanjung Enim, Karang Taruna Kecamatan Talang Kidul, Kelompok Pecinta Alam Paku Buana, serta Majelis Taklim Al Kurnia Tanjung Enim.
Kegiatan ini turut dihadiri oleh Nachatira Thurai, IJET Project Coordinator Climate Action Network Southeast Asia (CANSEA), Kuala Lumpur, Malaysia, yang melakukan kunjungan lapangan untuk melihat secara langsung berbagai inisiatif pemberdayaan perempuan dan penguatan ekonomi komunitas yang dikembangkan dalam kerangka transisi energi berkeadilan di Sumatera Selatan. Kehadiran CANSEA menjadi bagian dari upaya memperkuat kolaborasi regional dalam mendukung praktik-praktik baik transformasi ekonomi masyarakat di kawasan Asia Tenggara.

 

Pada sesi pelatihan, peserta mendapatkan materi mengenai teknik pengemasan modern, desain label produk, strategi branding dan pemasaran digital, serta pentingnya kemasan sebagai media perlindungan produk, identitas merek, dan sarana komunikasi kepada konsumen. Peserta juga mendapatkan praktik langsung dalam menyusun desain label yang menarik, informatif, dan sesuai dengan standar pemasaran produk UMKM.
Materi pelatihan disampaikan oleh Dr. Ir. Neny Rochyani, M.T., IPM., ASEAN-Eng., yang memberikan pemahaman mengenai strategi pengemasan produk, penguatan identitas merek, serta pentingnya desain label dalam meningkatkan nilai jual dan daya saing produk UMKM. Sementara itu, sesi praktik dan pendampingan kelompok difasilitasi oleh Rifqi Adz Dzaki, yang mendampingi peserta dalam proses penyusunan desain label dan pengembangan kemasan produk serta praktik kertas daur ulang dari limbah rumah tangga.
Selain penguatan kapasitas UMKM, peserta juga mengikuti demonstrasi pembuatan eco-enzyme dari limbah organik rumah tangga dan kertas daur ulang dari limbah kertas. Kedua praktik tersebut diperkenalkan sebagai bagian dari penerapan prinsip ekonomi sirkular yang mendorong pemanfaatan limbah menjadi produk yang bernilai guna dan bernilai ekonomi.
Melalui pendekatan From Trash to Cash, peserta diajak untuk melihat limbah sebagai sumber daya yang dapat diolah menjadi produk baru yang bermanfaat, sekaligus berkontribusi terhadap pengurangan sampah dan pencemaran lingkungan. Kertas daur ulang yang dihasilkan bahkan dapat dimanfaatkan sebagai bahan kemasan maupun label produk yang lebih ramah lingkungan.

 

Yayasan Mitra Hijau berharap pelatihan ini dapat meningkatkan kemampuan peserta dalam menghasilkan produk yang lebih kompetitif, memperluas akses pasar, serta mendorong lahirnya berbagai inovasi usaha berbasis ekonomi hijau. Penguatan kapasitas perempuan dan UMKM menjadi salah satu langkah penting dalam memastikan bahwa proses transisi energi dapat berjalan secara adil, inklusif, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Kegiatan ini merupakan bagian dari implementasi Program IKI–JET (Innovation Regions for a Just Energy Transition) yang dilaksanakan oleh Yayasan Mitra Hijau dengan dukungan Pemerintah Jerman dalam rangka mendorong terwujudnya transformasi ekonomi yang berkelanjutan di wilayah-wilayah terdampak transisi energi.

 

G.Sasmita

Popular Articles