Indramayu, Detik.sbs — Intensitas curah hujan yang tinggi dalam beberapa hari terakhir kembali menimbulkan dampak signifikan bagi masyarakat di wilayah Kabupaten Indramayu. Kali ini, banjir merendam lahan tambak dan permukiman warga di Desa Singajaya, Kecamatan Indramayu sehingga memicu keluhan dari para petani tambak yang terdampak langsung terhadap aktivitas usaha dan perekonomian mereka.
Berdasarkan pantauan di lapangan, genangan air terjadi akibat volume air hujan yang terus meningkat dan tidak tertampung secara optimal oleh lahan tambak maupun saluran pembuangan air. Kondisi tersebut menyebabkan air meluap dan menggenangi area tambak serta pemukiman warga di sejumlah titik.
Salah satu petani tambak setempat, Piyan, warga RT 06 RW 02 Desa Singajaya, mengungkapkan bahwa tingginya curah hujan membuat tambak tidak lagi mampu menampung debit air. Akibatnya, air meluber dan mengganggu aktivitas budidaya perikanan yang selama ini menjadi sumber penghidupan warga.
“Curah hujan sangat lebat, sementara tambak tidak mampu menampung air,” ujar Piyan, Senin /27/01/2026.
Selain dipicu oleh faktor cuaca, warga juga menilai kondisi banjir diperparah oleh meluapnya aliran irigasi di sekitar wilayah tersebut. Aliran air yang berjalan lambat dinilai tidak mampu mengalirkan debit air secara maksimal, sehingga menyebabkan air meluber ke lahan tambak dan permukiman warga.
Genangan air yang bertahan cukup lama berdampak langsung terhadap sektor perikanan tambak. Sejumlah petani mengaku mengalami penurunan hasil produksi, bahkan sebagian lainnya terancam mengalami gagal panen. Kondisi ini tentu menjadi beban tersendiri bagi para petani, mengingat usaha tambak merupakan salah satu penopang utama perekonomian masyarakat setempat.
Warga berharap adanya perhatian dan langkah konkret dari pemerintah daerah serta instansi terkait untuk segera melakukan penanganan. Perbaikan dan normalisasi sistem irigasi serta drainase dinilai menjadi solusi penting guna mengurangi risiko banjir yang kerap terjadi setiap musim hujan.
Dengan adanya penanganan yang tepat dan berkelanjutan, masyarakat Desa Singajaya berharap kejadian serupa tidak terus berulang dan aktivitas ekonomi warga, khususnya di sektor tambak, dapat kembali berjalan normal.
( Maman )

