Indramayu, Detik sbs– Seorang oknum yang mengatasnamakan lembaga swadaya masyarakat (LSM) dilaporkan warga Desa Amis ke Polsek Cikedung, Polres Indramayu, Polda Jawa Barat.Oknum tersebut diduga datang dengan alasan melakukan audit anggaran desa, namun kemudian disebut-sebut meminta Tunjangan Hari Raya (THR) kepada kepala desa.
Pada Senin/16/03/2026
Peristiwa ini menjadi perhatian publik setelah video pelaporan warga ke kantor polisi beredar luas di media sosial. Dalam rekaman tersebut terlihat sejumlah warga mendatangi Polsek Cikedung untuk menyampaikan laporan terkait dugaan tindakan oknum LSM yang dinilai meresahkan masyarakat.
Berdasarkan informasi yang beredar, oknum tersebut berasal dari organisasi yang disebut sebagai LSM Harimau. Warga menilai tindakan yang mengatasnamakan audit anggaran desa tersebut tidak tepat, terutama jika disertai dugaan permintaan uang menjelang Hari Raya Idulfitri.
Sejumlah warga juga menyampaikan keberatan jika kepala desa diaudit oleh pihak yang tidak memiliki kewenangan resmi. Mereka menegaskan bahwa pengawasan terhadap penggunaan anggaran desa sudah memiliki mekanisme serta lembaga yang berwenang dari pemerintah.
“Kalau soal audit anggaran desa itu sudah ada lembaganya, yakni dari pemerintah daerah melalui Inspektorat. Bukan oleh pihak lain yang tidak memiliki kewenangan,” ujar salah seorang warga yang ikut dalam pelaporan tersebut.
Warga khawatir tindakan yang mengatasnamakan audit justru menjadi bentuk tekanan terhadap pemerintah desa, terlebih jika disertai dugaan permintaan THR atau sejumlah uang lainnya.
Sementara itu, hingga saat ini kronologi lengkap kejadian tersebut masih belum diketahui secara pasti. Aparat kepolisian disebut masih melakukan penelusuran terkait laporan yang disampaikan warga.
Masyarakat berharap aparat penegak hukum dapat menindaklanjuti laporan tersebut secara transparan dan objektif agar tidak menimbulkan keresahan di tengah masyarakat, sekaligus mencegah adanya pihak-pihak yang mengatasnamakan lembaga tertentu untuk kepentingan pribadi.
Kasus ini menjadi sorotan warga, terlebih menjelang momentum Idul Fitri ketika isu dugaan permintaan THR oleh oknum tertentu kerap muncul dan menarik perhatian publik
( Maman )

