Indramayu, Detik sbs– Wakil Ketua Badan Gizi Nasional (BGN) sekaligus Pembina LMDH Jawa Barat, Lodewyk Pusung menegaskan pentingnya hasil panen bandeng dan garam Kabupaten Indramayu sebagai bagian dari rantai pasok program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Hal tersebut disampaikannya saat menghadiri kegiatan panen di Desa Cemara Kulon, Kecamatan Losarang, Kabupaten Indramayu, Jumat /22/05/2026).
Kegiatan itu dihadiri unsur BPD, BUMDes, Karang Taruna, perangkat desa, RT/RW, tokoh masyarakat, kelompok tani, PKK hingga unsur MUI.
Menurut Lodewyk, potensi perikanan dan produksi garam di Indramayu sangat strategis untuk mendukung kebutuhan dapur MBG, terutama dalam memenuhi kebutuhan lauk dan bahan dapur bagi para penerima manfaat.
“Panen garam dan panen bandeng menurut saya penting, karena ini untuk mensuplai Makan Bergizi Gratis. Bandeng bisa buat lauk anak-anak,” ujarnya.
Ia menjelaskan, saat ini terdapat sekitar 199 dapur MBG di Kabupaten Indramayu dengan jumlah penerima manfaat mencapai kurang lebih 470 ribu orang. Kondisi tersebut dinilai menjadi peluang besar dalam meningkatkan perputaran ekonomi masyarakat lokal.
Karena itu, pihaknya berharap seluruh kebutuhan bahan pangan program MBG dapat diserap langsung dari masyarakat, mulai dari petani, peternak hingga pelaku usaha lokal tanpa melalui pihak supplier.

“Harapannya bahan MBG dibeli langsung dari petani dan peternak, sehingga ekonomi masyarakat sini bisa bergerak,” katanya.
Selain mendorong keterlibatan masyarakat lokal, Lodewyk juga menyoroti pentingnya pengawasan kualitas makanan dalam pelaksanaan program MBG agar kasus dugaan keracunan dapat dicegah sejak dini.
“MBG ini ibarat anak kecil usia satu setengah tahun yang masih belajar berjalan. Kalau ada kekurangan mari kita arahkan bersama,” ujarnya.
Ia pun meminta media turut berperan aktif melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan program di lapangan. Menurutnya, evaluasi hingga penutupan dapat dilakukan apabila ditemukan pengelola dapur maupun mitra yang tidak menjalankan program dengan baik.
“Kalau ada yang kurang benar tolong laporkan, nanti kami tegur. Kalau tidak berubah, kami tutup,” tegasnya.
Di akhir keterangannya, Lodewyk mengingatkan seluruh pegawai dapur dan mitra MBG agar menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab dan ketulusan demi kepentingan anak-anak penerima manfaat.
“Anggap anak-anak itu anak kita sendiri,” pungkasnya.
( Maman )

