Minggu, Mei 24, 2026
HARGA IKLAN

Top 5 This Week

Related Posts

“Di Antara Air Mata dan Ketegaran: ‘Kupeluk Kamu Selamanya’ Mengurai Luka yang Tak Pernah Selesai”

Jakarta, Detik.Sbs — Di tengah dominasi film aksi dan horor di layar lebar, kehadiran Kupeluk Kamu Selamanya justru menawarkan ruang sunyi yang penuh makna—tentang cinta, kehilangan, dan keberanian menghadapi kenyataan hidup.

Film garapan rumah produksi Kuy! Studios bersama Aktina Film ini tidak sekadar mengisahkan drama keluarga biasa, Ia menyuguhkan potret getir kehidupan seorang ibu tunggal yang harus berdamai dengan takdir yang tak pernah ia pilih.

Tokoh Naya, yang diperankan Hana Malasan, digambarkan sebagai sosok perempuan yang dipaksa berhenti dari ambisi pribadinya demi merawat sang anak, Aksa (Jared Ali), yang sejak lahir bergulat dengan penyakit serius, Dalam kondisi serba terbatas, Naya juga harus menghadapi retaknya rumah tangga bersama suaminya (Ibnu Jamil), menjadikannya berdiri sendiri di tengah badai kehidupan.

Alih-alih menghadirkan drama yang meledak-ledak, sutradara Pritagita Arianegara memilih pendekatan yang lebih intim dan reflektif, Kamera seolah menjadi saksi bisu dari kelelahan emosional seorang ibu—tentang bagaimana ia bertahan, bahkan ketika harapan terasa semakin tipis.

Film ini tidak hanya berbicara soal ketegaran, tetapi juga meruntuhkan mitos lama: bahwa seorang ibu harus selalu kuat, Justru, di titik paling rapuh, penonton diajak memahami bahwa meminta pertolongan adalah bentuk keberanian lain yang sering diabaikan.

Didukung jajaran pemain seperti Fanny Ghassani, Nissy Meinard, Vonny Anggraini, Yurike Prastika, Mario Irwinsyah, hingga Leroy Osmani, film ini membangun atmosfer yang hangat sekaligus menyayat.

Menariknya, proyek ini juga menjadi langkah baru bagi Dinda Hauw yang untuk pertama kalinya duduk di kursi produser bersama Dara Dwitanti.

Di sisi lain, nama Sean Gelael ikut memperkuat lini produksi sebagai produser eksekutif bersama Angga Dwimas Sasongko.

Lebih dari sekadar tontonan, Kupeluk Kamu Selamanya terasa seperti cermin—memantulkan realitas banyak orang yang mungkin pernah berada di posisi Naya, Sebuah pengingat bahwa cinta seorang ibu bukan hanya tentang memberi, tetapi juga tentang bertahan, bahkan ketika dunia terasa runtuh.

Film ini dijadwalkan tayang mulai 30 April 2026 di seluruh bioskop Indonesia, dan berpotensi menjadi salah satu karya yang tidak hanya ditonton, tetapi juga dirasaka lama setelah layar menjadi gelap.

Popular Articles