Kota Bitung, Detik :Komandan Sekolah Calon Tamtama (Dansecata) Rindam XIII/Merdeka Letkol Inf Ade Rohmat Wahyudin, S.IP., M.HI., M.Sc mendampingi Walikota Bitung Hengky Honandar, SE turut hadir dan memberikan dukungan penuh dalam penyelenggaraan acara Bitung Fighting Club dengan tajuk “Baku Sayang x Baku Cambok”.
Acara berlangsung di Depan Kantor Walikota Bitung tepatnya di Jl. Sam Ratulangi No. 45, Bitung, Sulawesi Utara, Pukul 20.00/ Selesai.
Kegiatan yang mempertandingkan beragam cabang olahraga bela diri ini berlangsung meriah di halaman depan Kantor Wali Kota Bitung, dan dihadiri oleh ribuan warga, utamanya para pemuda dan pecinta olahraga bela diri dari berbagai daerah.
Kehadiran Dansecata Letkol Inf Ade Rohmat Wahyudin, S.IP., M.HI., M.Sc beserta rombongan menjadi bukti nyata dukungan dan perhatian TNI Angkatan Darat terhadap kegiatan-kegiatan positif yang digelar di tengah masyarakat, terutama yang bertujuan membina karakter, kedisiplinan, serta mengembangkan bakat dan minat pemuda.
Acara ini juga menjadi wadah untuk menyalurkan energi dan kreativitas generasi muda ke arah yang konstruktif, serta mempererat persaudaraan dan kebersamaan antar sesama warga.
Dalam keterangan tersebut, Letkol Inf Ade Rohmat Wahyudin, S.IP., M.HI., M.Sc menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada penyelenggara yang telah berinisiatif menggelar kegiatan yang bermanfaat ini.
Menurutnya, olahraga bela diri bukan sekadar ajang untuk menunjukkan kemampuan fisik dan teknik bertarung, melainkan juga sarana yang sangat efektif untuk membentuk pribadi yang tangguh, berkarakter kuat, berjiwa ksatria, serta memiliki rasa tanggung jawab yang tinggi.
“Kami sangat menyambut baik kegiatan ini. Olahraga bela diri mengajarkan banyak hal berharga, mulai dari kedisiplinan, ketabahan, kesabaran, rasa hormat kepada sesama, hingga kemampuan mengendalikan emosi. Semua nilai-nilai ini sangat penting untuk dimiliki oleh setiap pemuda, karena merekalah yang akan menjadi penerus perjuangan dan pembangun masa depan bangsa,” ujar Dansecata.
Lebih lanjut, beliau menilai tema yang diangkat dalam kegiatan ini, yaitu “Baku Sayang x Baku Cambok”, memiliki makna yang mendalam. Frasa tersebut menggambarkan bahwa persaingan dalam olahraga dilakukan dengan sportivitas tinggi, di mana meskipun saling berhadapan dan berusaha memberikan yang terbaik dalam pertandingan, namun hubungan persaudaraan dan rasa saling menyayangi antar sesama tetap terjaga dengan erat.
“Makna yang terkandung dalam tema ini sangat bagus. Ini mengajarkan kita bahwa dalam berkompetisi kita harus berusaha sekuat tenaga, namun tetap menjunjung tinggi rasa hormat, kebersamaan, dan persaudaraan. Inilah yang disebut dengan jiwa ksatria, yang harus selalu kita tanamkan dan lestarikan,” tambahnya.
Semonga kegiatan seperti ini dapat terus diselenggarakan secara berkelanjutan, sehingga semakin banyak pemuda yang terlibat dan terhindar dari hal-hal negatif yang dapat merusak masa depan. Beliau juga menyatakan kesiapan pihaknya untuk terus bersinergi dan mendukung setiap kegiatan positif yang bertujuan untuk kemajuan dan kesejahteraan masyarakat, khususnya generasi muda.
“Kami berharap kegiatan ini dapat melahirkan generasi muda yang sehat, tangguh, berkarakter, dan berprestasi. Selain itu, semoga ajang ini juga mampu menemukan dan mengembangkan bibit-bibit atlet berpotensi yang nantinya dapat mengharumkan nama daerah maupun negara di kancah yang lebih luas,” tegas Letkol Inf Ade Rohmat Wahyudin, S.IP., M.HI., M.Sc
Acara berlangsung dengan aman, tertib, dan penuh semangat, diwarnai dengan pertandingan-pertandingan yang menarik serta penampilan yang memukau dari para peserta yang menunjukkan kemampuan dan keterampilan yang telah mereka latih dengan sungguh-sungguh.

