JAKARTA — Menyambut euforia Piala Dunia FIFA 2026 yang tengah berlangsung di seluruh dunia, Kedutaan Besar Prancis bersama Institut français d’Indonésie (IFI) membawa kemeriahan dan sejarah sepak bola langsung ke ruang publik ibu kota. Melalui pameran fotografi terbuka bertajuk “Les Bleus, Dua Bintang dan Sebuah Legenda”, masyarakat Jakarta diajak untuk menelusuri perjalanan panjang tim nasional sepak bola Prancis.
Pameran unik ini memanfaatkan dinding luar Kedutaan Besar Prancis dan IFI di sepanjang Jalan M.H. Thamrin, Jakarta Pusat. Dibuka secara resmi pada Minggu, 21 Juni, momen peresmian ini bertepatan dengan pelaksanaan Car Free Day (CFD) Jakarta serta perayaan La Fête de la Musique (Hari Musik Sedunia) yang diinisiasi oleh IFI. Alhasil, salah satu jalan tersibuk di Jakarta tersebut sukses disulap menjadi galeri budaya terbuka yang dapat dinikmati oleh siapa saja secara gratis.
Menelusuri Satu Abad Sejarah “Les Bleus”
Pameran ini menampilkan kurasi foto-foto terbaik dari arsip Federasi Sepak Bola Prancis (FFF) yang merangkum hampir satu abad perjalanan sepak bola mereka. Garis waktu yang dihadirkan membentang sangat luas, dimulai dari partisipasi perdana Prancis dalam Piala Dunia FIFA pertama di Uruguay pada tahun 1930, hingga drama final ikonik pada tahun 1998, 2006, 2018, dan 2022.
Para pengunjung dan pejalan kaki dapat bernostalgia menyaksikan momen-momen legendaris, seperti:
• Perjalanan bersejarah menggunakan kapal SS Conte Verde menuju turnamen pertama tahun 1930.
• Rekor fantastis Just Fontaine yang mencetak 13 gol dalam satu edisi Piala Dunia dan belum terpecahkan hingga kini.
• Pertandingan semifinal penuh drama di Sevilla pada tahun 1982, serta kemenangan atas Brasil pada tahun 1986.
• Gelar juara dunia pertama Prancis pada 1998 di bawah komando Zinédine Zidane, hingga trofi kedua di Moskow pada 2018.
• Aksi memukau Kylian Mbappé pada laga final Piala Dunia 2022 di Qatar.
Tidak hanya itu, pameran ini juga memberikan penghormatan khusus kepada Didier Deschamps. Ia merupakan sosok legenda hidup yang berhasil mempersembahkan dua bintang emas bagi Prancis; pertama sebagai kapten tim pada tahun 1998, dan kedua sebagai pelatih kepala “Les Bleus” pada tahun 2018.
Budaya yang Inklusif dan Hubungan RI-Prancis
Inisiatif mengubah dinding kedutaan menjadi ruang pameran ini mencerminkan prinsip kuat Prancis bahwa budaya harus dapat diakses oleh semua kalangan, mulai dari pejalan kaki, komuter, hingga keluarga.
”Di tengah antusiasme jutaan orang terhadap sepak bola, pameran ini mengajak warga Jakarta merasakan bagaimana olahraga, sejarah, dan budaya dapat bersatu di ruang publik, sekaligus merayakan persahabatan dan kerja sama antara Prancis dan Indonesia,” tulis pihak Kedutaan Besar Prancis – IFI dalam rilis resminya.
Hubungan bilateral di bidang olahraga antara kedua negara memang kedapatan semakin erat. Pada awal tahun ini, FFF bekerja sama dengan PSSI dan Kedutaan Besar Prancis-IFI telah sukses menggelar program Next Goal. Program tersebut berfokus pada pengembangan sepak bola wanita melalui coaching clinic dan lokakarya teknis, sebagai bentuk komitmen bersama terhadap nilai pemberdayaan dan kesetaraan gender.
Bagi masyarakat yang tertarik untuk melihat langsung rekam jejak visual sang juara dunia dua kali ini, pameran foto “Les Bleus, Dua Bintang dan Sebuah Legenda” akan terus berlangsung secara gratis selama periode Piala Dunia FIFA 2026.


