BITUNG – Dugaan aktivitas penimbunan bahan bakar minyak (BBM) jenis solar bersubsidi kembali mencuat di Kelurahan Kadoodan (Bunggalan), Kota Bitung. Berdasarkan hasil investigasi media di lapangan pada Rabu (29/7/2026), aktivitas tersebut diduga kembali berlangsung di sebuah lokasi yang berada di samping rumah Romli Gandaria.
Warga setempat meminta Kapolres Bitung yang baru, AKBP Arie Sulistio Nugroho, S.I.K., M.H., segera mengambil langkah tegas untuk menindaklanjuti dugaan penimbunan BBM bersubsidi yang disebut-sebut terjadi di rumah milik seseorang yang dikenal dengan nama Dede.
Menurut hasil penelusuran media, kelompok yang diduga dipimpin Dede disebut kembali beroperasi di lokasi yang sama. Sebelumnya, pada 1 Februari 2026, kelompok tersebut juga pernah menjadi sorotan setelah diduga menampung BBM bersubsidi di lokasi tersebut. Saat itu, pihak yang bersangkutan disebut memberikan penjelasan bahwa isi tandon yang berada di lokasi hanyalah air.
Selain itu, pada 6 Mei 2026, kelompok yang sama juga diduga kembali beraktivitas bersama PT Stemar Jaya di kawasan Kadoodan. Dalam operasi yang dilakukan saat itu, tim dari Polda Sulawesi Utara disebut berhasil mengamankan dua unit mobil tronton bernomor polisi DB 8845 LJ dan DB 8479 CB. Peristiwa tersebut juga disebut-sebut menyeret dugaan keterlibatan seorang oknum aparatur sipil negara (ASN).
Kini, berdasarkan informasi yang dihimpun media, Dede bersama kelompoknya kembali diduga menjalankan aktivitas serupa dengan melibatkan seseorang yang dikenal sebagai Fais.
Hasil investigasi media menyebutkan, solar yang diduga dikumpulkan dari berbagai sumber selanjutnya dibawa ke PT Brother Putra Perkasa yang berlokasi di kawasan Asabri II, Kelurahan Girian Permai, Kota Bitung, yang disebut sebagai tempat usaha milik Fais.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak Dede, Fais, PT Brother Putra Perkasa, maupun aparat penegak hukum terkait dugaan tersebut. Media juga masih berupaya menghubungi pihak-pihak terkait untuk memperoleh konfirmasi dan tanggapan sehingga pemberitaan dapat disajikan secara berimbang sesuai prinsip jurnalistik.(SS)
